- Nasional

Waspada! Omicron BF.7 Biang Kerok Kasus Covid-19 di China Melonjak

up2date.id, JAKARTA- Omicron BF.7, subvarian masih turunan omicron BA.5. disebut menjadi biang kerok kasus Covd-19 di China ngegas lagi, hingga mengkhawatirkan. beberapa RS di sana..

Subvarian Omicron BF.7, merupakan singkatan dari BA.5.2.1.7. Laporan dari China, sebagaimana dilansir dari detik.com. menunjukkan BF.7 memiliki kemampuan infeksi terkuat dari subvarian Omicron di negara tersebut, lebih cepat menular daripada varian lain, memiliki masa inkubasi lebih pendek, dan dengan kemampuan lebih besar untuk menginfeksi orang yang pernah terinfeksi Covid019 sebelumnya.

BF.7 juga bisa menyerang mereka yang sudah divaksinasi Covid-19, meskipun gejalanya terbilang ringan. Bahkan, dalam hal kecepatan penularan, satu orang yang terinfeksi Covid-19 Omicron BF.7 disebut bisa menularkan virus ke 10 hingga 18 orang lainnya.

Tingkat penularan BF.7 yang tinggi, diambil dengan risiko penyebaran tersembunyi, karena banyak orang terpapar tanpa gejala, diketahui menyebabkan kesulitan signifikan dalam mengendalikan wabah COVID-19 di China.

Selain itu, Omicron baru ini juga sudah terdeteksi di sejumlah negara lainnya, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Jerman, Perancis, hingga Denmark. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengidentifikasi Omicron BF.7 sebagai salah satu subvarian yang paling memprihatinkan atau Variant of Concern (VOC).

Gejala Omicron Terbaru BF.7 umumnya sama dengan subvarian Omicron lainnya, yakni menyerang pernapasan bagian atas. Dikutip dari Live Science, pasien mungkin akan mengalami gejala, seperti:Demam, Batuk, Sakit tenggorokan, Pilek, Kelelahan

Sebagian kecil orang juga dapat mengalami gejala gastrointestinal, seperti muntah dan diare. BF.7 mungkin menyebabkan penyakit yang lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah.

Meskipun Omicron BF.7 termasuk subvarian yang memprihatinkan, namun vaksinasi masih merupakan senjata terbaik yang kita miliki untuk melawan Covid-19. (yob/ilust: ist).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *