- Daerah

SMP Negeri 1 Kelumpang Barat Gelar Lomba Literasi, Jadi Ruang Siswa Asah Kreativitas dan Percaya Diri

Up2date, KOTABARU – Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 1 Kelumpang Barat, Senin–Selasa (21–22 September). Di tengah rutinitas kegiatan belajar mengajar, sekolah tersebut menghadirkan semarak lomba literasi yang menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan berbahasa, sekaligus melatih kepercayaan diri.

Beragam lomba digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari desain poster animasi digital, bakesah (bercerita) dalam bahasa Banjar, hingga baca puisi. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan. Dukungan dari teman-teman yang menyaksikan juga membuat suasana di sekitar arena lomba semakin meriah dan penuh keakraban.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 1 Kelumpang Barat, Said Hairullah. Ia menyampaikan, lomba literasi tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari siswa yang menjadi juara, tetapi lebih jauh sebagai pemantik atau trigger untuk menumbuhkan minat dan kegemaran siswa terhadap berbagai aktivitas literasi.

“Ini kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kompetensi di bidang literasi. Menang kalah bukan takaran, yang penting atensi siswa tersalurkan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada siswa agar dapat mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki. Literasi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan gagasan, berkomunikasi, menciptakan karya, serta memanfaatkan teknologi secara kreatif.

Hal tersebut terlihat dari ragam lomba yang dihadirkan. Melalui desain poster animasi digital, siswa ditantang menuangkan ide secara visual dengan memanfaatkan teknologi. Sementara lomba bakesah bahasa Banjar memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus mengenal dan menggunakan bahasa daerah.

Adapun lomba baca puisi menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan mengolah kata, ekspresi, intonasi, dan penghayatan.

Salah seorang peserta, Alif Arifin, mengaku senang dengan adanya kompetisi literasi di sekolahnya. Baginya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.

“Ini juga sebagai pemanasan dan ajang latihan untuk lomba yang lebih tinggi. Apalagi bulan depan ada lomba TOPS yang diikuti oleh siswa se-Kabupaten,” katanya.

Bagi Alif yang pada lomba ini tampil sebagai juara 1 lomba desain animasi digital, pengalaman tampil dalam lomba di lingkungan sekolah menjadi bekal penting sebelum mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih luas. Ia dapat mengukur kemampuan sekaligus belajar percaya dini.

Antusiasme peserta juga terlihat dari suasana selama perlombaan berlangsung. Siswa yang tampil berusaha memberikan penampilan terbaik, sementara teman-teman mereka memberikan dukungan dari sisi arena. Riuh tepuk tangan sesekali terdengar ketika seorang peserta menyelesaikan penampilannya.

Kehadiran lomba literasi di sela-sela aktivitas pembelajaran pun memberikan warna tersendiri bagi kehidupan sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya menciptakan suasana belajar yang lebih variatif, tetapi juga membuka ruang interaksi dan apresiasi antarsiswa.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba literasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi siswa untuk menemukan bidang yang mereka sukai. Dari sebuah perlombaan di lingkungan sekolah, siswa dapat belajar berani tampil, berkarya, berkomunikasi, sekaligus menghargai kemampuan teman-temannya.

Dengan demikian, kegiatan literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca atau menulis di ruang kelas. Literasi tumbuh menjadi aktivitas yang dekat dengan kreativitas, teknologi, budaya, dan kehidupan sehari-hari siswa. (uza/foto:Bzak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *