up2date.id, JAKARTA- Masyarakat diminta waspada terhadap kasus hepatitis ‘misterius’ yang telah terdeteksi di Indonesia. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun.
“Penyakit ini menyerang (anak-anak) di bawah 16 tahun. Lebih banyak lagi di bawah 5 tahun,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Senin (9/5).
Karena itu, lanjut menkes, masyarakat lebih waspada jika gejala dari penyakit hepatitis ini muncul. Gejalanya seperti buang air besar dan demam, agar memeriksakan anak dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT.
Baca Juga: Kemenkes Waspadai Hepatitis Akut, Masyarakat Diimbau Hati-hati
“Biasanya kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam, nah itu di cek SGPT & SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas menkes.
“Karena SGPT & SGOT normalnya di level 30-an. Kalau sudah naik agak tinggi, sebaiknya diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat,” sambungnya.
Dilansir dari EMedicineHealth, SGPT SGOT adalah tes darah yang membantu mengetahui fungsi hati atau liver. Cara kerjanya dengan mengukur kadar aspartat aminotransferase dalam darah.
Jika terlalu banyak enzim ini, bisa mengindikasikan adanya masalah, seperti kerusakan hati. Umumnya, tes ini dilakukan jika seseorang mengalami gejala-gejala hepatitis B atau C. (yob/foto: dok)








