up2date.id, JAKARTA- Pemerintah mencatat ada Rp 901,02 triliun investasi selama 2021. Realisasi investasi ini melampaui target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebesar Rp 900 triliun. Sementara Bappenas Rp 858,5 triliun.
“Realisasi dari Januari sampai Desember mencapai Rp 901,2 triliun. Artinya lampaui target pemerintah, khususnya target pak presiden untuk kami,” jelas Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, sebagaimana dilansir dari detik.com, Jumat (28/1).
Dengan investasi sebesar itu, lanjut Bahlil, berhasil melakukan penyerapan tenaga kerja sebesar 1.207.893 orang.
“Ini pekerja langsung. Teori ekonominya, pekerja langsung itu bisa membuat 3-4 kali lipat. Artinya ini bisa 3-4 juta orang,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, di 2022 ini pemerintah berencana menarik investasi dengan target lebih besar, yaitu mencapai Rp 1.200 triliun.
“Di 2022 investasi kita naik Rp 1.200 triliun targetnya. Ini bukan angka kecil, tumbuhnya 33 persen dari realisasi sekarang. Karena itu kami siapkan tim dengan baik dan kerja maksimal,” katanya.
Bila digolongkan, sambung Bahlik, dari Rp 901 triliun, penanaman modal asing alias PMA-nya, mencapai Rp 454 triliun atau sekitar 50,4 persen Jumlah itu naik 10 persen secara tahunan.
Sementara total penanaman modal dalam negeri alias PMDN, mencapai Rp 447 triliun atau sekitar 49,6 persen dari seluruh investasi yang masuk. Jumlah itu naik 8,1 persen secara tahunan.
Bahlil mengklaim, investasi di luar Jawa kini lebih banyak daripada yang berada di dalam Pulau Jawa. Hal itu menandakan adanya pemerataan pembangunan yang terjadi di Indonesia.
Datanya, investasi di luar Jawa mencapai Rp 468,2 triliun atau mencapai 52 persen dari total investasi di 2021. Jumlah investasi di luar Jawa naik 12,2 persen dari tahun sebelumnya.
Sisanya 48 persen investasi, berada di Pulau Jawa dengan besaran Rp 432,8 triliun. Kenaikan investasi di Pulau Jawa cuma berkisar 5,9 persen saja.
Kemudian secara sektoral, investasi terbanyak masuk ke dalam sektor industri logam dasar, barang logam, barang bukan logam dan peralatannya. Jumlahnya mencapai Rp 117,5 triliun.
“Ini bukti, hilirisasi terjadi. Sebelumnya yang paling besar, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi,” beber r Bahlil.
Sebagai informasi, dari total PMA sebesar Rp 454 triliun di 2021 ada 5 negara dengan investasi terbesar di Indonesia. Yakni, Singapura US$ 9,4 miliar, Hong Kong US$ 4,6 miliar, China US$ 3,2 miliar, Amerika Serikat US$ 2,5 miliar dan Jepang US$ 2,3 miliar. (yob/foto: dok)








