- Daerah

Nelayan Sijura Hilang di Laut

Up2date.id, SAMPIT- Bahrudin (30) nelayan Desa Sei Ijum Raya ( Sijura). hingga saat ini belum ada khabarnya setelah dua hari ini dinyatakan hilang di laut, kawasan Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur ( Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban dan pihak rekan sesama nelayan yang bersamaan pergi melaut, masih belum ditemukan, begitu juga tanda-tanda perahu atau benda lainya tidak terlihat.

Pria lajang yang akrab disapa Da’o   itu, berangkat melaut dari kampung Palingkau Sijura. menggunakan perahu balapan miliknya sejak Minggu (7/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB, sampai dengan sekarang, Selasa (9/4) korban belum ada khabarnya.

Diketahui hilangnya nelayan itu, sejak Senin (9/4) pagi karena yang bersangkutan belum pulang mendarat, ke pelabuhan perikanan Sijura. Sementra perahu, masih berlabuh di laut, sewaktu uacanya teduh.

Padahal teman-teman yang berbarengan berangkatnya dengan korban, sudah pada berdatangan dan membokar hasil tangkapannya. Hanya korban Da’o masih belum pulang, hingga masih dalam pencarian.

“Da’o berangkat melaut pada Minggu sore, Senin (8/4) ia masih ada di laut dan perahunya berlabuh karena kebiasaannya pulang belakangan,” Ujar Anang Salam, warga kampung Palingkau Sijura saat dikonfirmasi di rumahnya, Selasa (9/4).

Anang yang juga keluarga dari korban hilang mengatakan, semua perahu-perahu nelayan lainya yang berangkatnya berbarengan dengan korban, mestinya sudah pulang, Senin ,(8/4) pagi.

Waktu itu,  menurut teman-teman korban datang duluan, kalau perahu masih berlabuh, biasanya perkiraan teman-temannya, ia masih menarik jaringnya.” kawan-kawan nelayan lainnya melihat perahu korban masih ada berlabuh di laut lepas yang teduh itu biasanya sekitar 10 mil dari peraiarann pantai,” kata Anang yang juga ketua Kelompok Nelayan Jaya 1 itu.

Hingga berita ini diturunkan, korban hilang masih dalam pencarian pihak keluarga dan rekan-rekan nelayan yang tergabung dalam kelompok tersebut. Perahu berserta awak korban sudah dilaporkan kepihak berwajib, ” Laporan sudah kami sampaikan ke Pos AL Samuda,” kata Anang.

Sekadar diketahui, kejadian serupa pernah dialami Nelayan Sijura lainya, sebulan yang lalu, atas nama Rosidi (55) berangkat pada Jumat( 1/3) sore, yang semestinya balik Sabtu (2/3). Pada waktu itu, perahu Rasidi pecah karena dibagian samping belakang plendes mesin karena ban tapih yang menghubungkan ke kopleng terlepas dan mengenai badan samping belakang perahu. Korban Rosidi sebelum perahu tenggelam, sempat membuat rakit dari box ikan yang dibawanya melaut. Sebelum klotoknya tenggelam, dia sempat bikin pelampung dari box ikan itu, dengan diikatkan beberapa diregen kosong. Begitu klotoknya karam, ia sempat berbuat dalam box tersebit. Korban sempat terluntang-lantung selama tiga hari-tiga malam, hingga Rosidi yang diduga hilang akhirnya ditemukan.

Menurut pengakuan Rosidi, waktu dirinya hanya terus berdoa dengan bertawasul apa yang ada di benaknya selalu ia baca, akhirnya arah rakit dari box itu terombang- ambing. Rasidi terbawa arus hingga ke laut Cemantan, sebelah selatan Pagatan, kecamatan Katingan Kuala. Nasib baiknya, meskipun keluarga korban sempat putus asa waktu itu, atas keajaiban serta doa-doa hingga membawa rakit box tu mengarah ke sejumlah nelayan kabupaten tetangga di laut Kuala Kapuas, dan ia ditemukan para nelayan Tabunio, Tanah Laut (Tala),   Kalsel. (um/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *