- Daerah

Orangtua ABG Terseret Ombak Bertahan di Pantai Batakan Baru

Up2date.id, PELAIHARI- Muhammad Balya, ABG yang hilang terseret ombak, Sabtu (9/3) sampai saat ini masih belum ditemukan, kedua orangtua ABG berusia 18 tahun itu sampai Sabtu (16/3) masih bertahan di Pantai Batakan Baru, mereka bertekad menunggu sampai anaknya ditemukan.

Pada Sabtu (16/03) pagi dengan menggunakan sepeda motor, Maula dan istrinya Sumiyati menyisir pantai ke arah Tanjung Selatan, setelah itu mereka menggunakan perahu milik warga setempat pulang ke tenda sambil melihat-lihat dari atas perahu.

Suami isteri warga Jl Mahligai, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, tiba di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan Sabtu petang setelah mendapat kabar anaknya hilang diseret ombak.

Setiap hari suami isteri itu ikut melakukan pencarian bergabung dengan Tim SAR dari Basarnas Banjarmasin, BPBD Tala, Satpolair Polres Tala, Pos Lanal Batakan, Pos Ramil Panyipatan, Polsek Panyipatan, PMI relawan Tala dan relawan dari Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Sesuai dengan SOP pencarian orang, tim SAR gabungan pada hari ketujuh pencarian langsung dibubarkan dan kembali ke posko masing-masing, sambil memantau perkembangan selanjutnya.

Maula dan istrinya saat ini bertahan di tenda milik pengelola Pantai Batakan Baru, mereka dibantu relawan Desa Batakan, Pelaihari dan dari Kertak Hanyar.

Untuk mencari jasad anaknya pasutri itu terpaksa menitip putrinya atau adik almarhum M Balya di tempat neneknya.

Selama dalam pencarian kedua suami isteri itu sudah melakukan berbagai cara, selain menyisir pantai maupun naik kapal kecil, mereka juga melakukan beberapa ritual seperti yang dianjurkan orang pintar. Namun belum juga membuahkan hasil.

Marhadi, kakak dari ibu korban mengatakan, sudah mengikhlaskan kepergian anak mereka, hanya saja berharap dapat membawa jasadnya pulang dan dimakamkan seperti biasa.

“Ibunya sebenarnya sudah mengikhlaskan kepergian anaknya, tapi berharap jasad anaknya dapat ditemukan,” kata Marhadi yang baru saja menyisir pantai menggunakan motor dengan dua orang rekannya.

Menurut Marhadi sebagai kakak dari ibunya korban ia turut merasakan apa yang dirasakan adiknya, oleh karena itu warga Gang Mubtadiin, Kertak Hanyar itu ikut bertahan mencari keponakannya.

Maula ayah korban terlihat masih terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia berharap jasad anaknya dapat segera ditemukan. (Zkl/foto: zkl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *