Up2date,id. BATULICIN – Sedikitnya 120 relawan pencinta alam melakukan aksi Baksos di kawasan wisata Pantai Rindu Alam, Minggu (11/2) pagi. Aksi bersih-bersih kawasan wisata dan pantai ini diprakarsai Kelompok Pencita Alam (KPA) Ulin.
Peserta tampak antusias melakukan kegiatan bersih-bersih. Mereka secara berkelompak dibagi berdasarkan zona. Pada aksi ini peserta tidak hanya memungut sampah, namun mereka jua memilah sampah berasarkan kategori.
Salah satu peserta. Khairil Ansar merasa senang dapat ambil bagian dalam kegiatan ini. Momentum ini menurutnya sebagai wujud nyata kesadaran pemuda mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa terus digalakkan.
“Kita pasti senang jika lingkungan kita asri dan bersih. Kegiatan semacam ini memanggil hati nurani kita untuk terlibat ambil peran. Kegiatan ini sangat positif,” ujar Khairil aktivis pencinta lingkungan asal desa Muara Pagatan.
Ketua KPA Ulin Agus mengaku bersemangat menyelenggarakan kegiatan ini. Aksi sosial yang digagasnya ini justru melampai ekpektasinya. Jumlah peserta yang mendaftar justru melampaui target yang dipatok oleh penyelenggara.
“Kami kaget ternyata ada banyak pemuda yang antusias terlibat dalam kegiatan ini. Kami mengira hanya puluhan, ternyata hampir 150 peserta. Sungguh membawa energi yang sangat positif,” ujarnya berbincang dengan media ini.
Sebagai organisasi yang aktif di bidang lingkungan, Agus berjanji akan mengagendakan kegiatan serupa. “Rencananya akan kami laksanakan di hutan kota dalam waktu dekat ini,” tandasnya.
Kegiatan Baksos ini juga dirangkaikan dengan kegiatan camp bersama, game dan outbond, senam bersama, serta pembagian doorprize. Peserta didominasi berasal dari kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aktivis kepemudaan Argu Sukriawan. Ia mengaku bangga atas terlaksananya kegiatan sosial yang menggerakkan hati para pemuda ini. “Ini kegiatan yang sangat positif, wujud nyata aksi pemuda yang cinta terhadap lingkungannya,” ujarnya ketika media ini meminta tanggapan.
Kegiatan ini lanjut Argu sekaligus mendukung program pemerintah untuk menciptakan kawasan wisata yang nyaman. Hal tersebut dapat berdampak pada daya tarik wisatawan untuk datang. “ Ini sekaligus mendukung saptamarga pariwisata, pengunjung objek wisata merasakan dampak langsungnya,” ujar mantan aktivis BEM ULM ini.
Lebih lanjut Argu berharap kegiatan semacam ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, tidak terkecuali pemerintah daerah. “Semoga ada Kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga skala dampak yang dihasilkan bisa lebih besar, “ pungkasnya. (uza/foto: bzak)








