- Ragam

Model Inquiry Learning Google Dukung Pembelajaran IPA di SMP

Pembelajaran Ilmu Pengetahun Alam atau IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang mempelajari sekumpulan teori berisikan fakta-fakta yang berkaitan tentang kehidupan alam semesta beserta isinya. Sementara Iskandar 2001:2. mendefinisikan IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa – peristiwa yang terjadi pada alam.

Dalam memberikan pemahaman pembelajaran IPA ke peserta didik tidak, pengajar atau pendidik tidak bisa hanya memberikan materi yang bersifat subjektif saja namun harus juga bersifat objektif, pada proses kegiatan pelajaran kelas, peserta didik mesti diperlihatkan alat-alat pendukung yang relevan dan nyata, selain itu juga mesti didukung pula oleh konsep – konsep dan teori – teori yang ilmiah sesuai perkembangan zaman.

Menurut Abdullah 1998:18, pembelajaran IPA ,memerlukan pengetahuan khusus dalam mempelajarinya, untuk mendapatkan informasi yang valid maka pembelajaran IPA perlu melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan dan penyusunan teori, dengan melakukan tahapan tersebut akan memudahkan kita untuk memahami materi yang terkandung dalam pembelajaran IPA, selain itu, untuk meningkatkan

proses pemahaman terhadap pembelajaran IPA, seorang pendidik juga sangat perlu mempunyai strategi dan pemodelan pada saat kegiatan pemberian materi di kelas, fungsinya adalah sebagai sarana atau alat untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap sebuah materi, salah satu permodelan yang sering dilaksanakan di sekolah menengah pertama atau SMP adalah Inquiry Learning.

Inquiry Learning sebagai model pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran IPA di sekolah tingkat pertama atau SMP tujuanya untuk membuat siswa terlibat aktif dalam kegiatanpembelajaran.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh bbpmpjateng.kemendikbud.go.id. Pembelajaran inkuiri atau inquiry learning merupakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan proses belajar siswa, Model pembelajaran inkuiri atau inquiry mengembangkan keterampilan siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif, sekaligus melatih keterampilan berkolaborasi secara terbuka bagi peserta didik.

Masih dalam artikel di laman tersebut dijabarkan, kata inkuiri atau inquiry sendiri mempunyai makna mencari atau pencarian.Jika diartikan secara umum adalah peserta didik disiapkan menjadi seorang ahli dalam pencarian solusi sebuah masalah atau problem solving.

Model inquiry learning yang mempunyai karakteristik penyelidikan dan pemecahan masalah, tentu sangat memungkin untuk dipadukan dengan teknologi digital yang berkembang saat ini sebagai alat bantu untuk memperkuat penyelidikan yang mereka lakukan dalam sebuah kasus dalam sebuah materi pembelajaran IPA yang diberikan guru di kelas, teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan adalah google, pemanfaatan google sebagai sarana mencari informasi tentu sangat baik dan juga google merupakan engineer yang sudah sangat familiar di kalangan generasi gen z, perkembangan kehidupan mereka yang hidup pada era digital, membuat pendidik tidak terlalu kesulitan dalam memadukan pembelajaran dengan teknologi.

Google berinovasi untuk mendukung dunia pendidikan, inovasi yang dapat dimanfaat guru dan siswa dalam mencari bahan ajar atau referensi, inovasi ini sebenarnya sudah sangat lama untuk dunia pendidikan yang dilakukan google yakni Teknologi search engineering google scholar atau google cendekia, dikutip dari laman id.theasianparent.com, yang berjudul 6 Manfaat Google Scholar, google scholar merupakan platform milik google yang dapat digunakan untuk mencari materi ilmiah dalam berbagai format publikasi, banyak literature akademis yang barang tentu isinya merupakan hasil-hasil kajian-kajian akademisi seperti makalah, tesis, jurnal, buku dan lainnya, dengan sangat mudah didapat di sana, namun pemanfaatan google cendekia atau scholar sebagai media mencari informasi yang valid untuk bahan kajian pembelajaran yang ilmiah tentu masih kurang familiar tidak hanya bagi peserta didik, kita pun tentu jarang sekali berkunjung google scholar tersebut.

Gambaran secara umum Google Scholar mempunyai tampilan yang jauh berbeda dibanding tampilan google yang kita kenal dan sering gunakan, kita tidak akan menemukan hal-hal menarik seperti gambar, sebab google scholar atau google cendekia merupakan search enginer yang diperuntukan khusus untuk publikasi kajian ilmiah, bagi yang sering membuat kajian ilmiah memanfaatkan google scholar atau google cendekia tentu akan sangat bermanfaat dan kemudahan dalam menyusun laporan ilmiah, kemudahan yang di dapat selain seperti yang telah disebutkan diatas, yakni kemudahan mendapatkan pengutipan bahan pustaka pada sebuah laporan ilmiah, dengan mencari referensi disana, kita juga tidak perlu lagi direpotkan dalam menyusun kata dalam membuat sebuah daftar pustaka dalam sebuah laporan ilmiah.

Siswa usia se tingkat sekolah menengah pertama atau SMP, merupakan usia yang sudah mampu berpikir ilmiah dan sistematis, termasuk dalam membuat laporan seperti makalahsecara sederhana namun bermakna, dengan memanfaatkan google scholar atau google cendekia mereka akan mendapatkan kemudahan dalam membuatnya, selain itu memadukan model inquiry learning dengan teknologi google scholar atau google cendekia membuat pembelajaran lebih menarik dan ilmiah, bagi kita pendidik memadupadankan model pembelajaran dan teknologi tentu akan sangat membantu memudahkan kita dalam menyampaikan informasi pelajaran kepada peserta didik, terutama di masa sekarang, peserta didik yang kita layani saat ini merupakan generasi yang dekat dengan teknologi, salah satu upaya pemanfaatan internet positif adalah melibatkan teknologi yang mereka miliki dan ketahui untuk kegiatan pembelajaran di kelas, dengan strategi yang tepat, selain anak akan menyadari bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, mereka akan mudah memahami materi pelajaran dikarena (Reviani Ramadhan, S.Pd, SMP Negeri  3 Satap Simpang Empat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *