up2date.id, BARABAI- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Hulu Sungai Tengah (HST), sosialisasi upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Murakata, Selasa (2/7), diikuti Forum Pembauran Kebangsaan (FKP), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Organisasi Kepemudaan/Mahasiswa, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Organisasi Keagamaan, tokoh pemuda dan masyarakat. Salah satu narasumbernya, Dandim 1002/HST, Letkol Kav Gagang Prawardhana.
Menurut dandim, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu waspada dan bersatu untuk melawan radikalisme yang akan merongrong dengan memunculkan konflik atau gejolak. Sehingga akan merugikan semua.
“Karena itu, kita harus punya wawasan kebangsaan yang kuat. Karena wawasan kebangsaan sangat penting agar bisa mengisi dan mengerti sejarah yang diperjuangkan para pendahulu kita dulu,” tegasnya.
Sejarah bangsa, sambung dandim, dengan beberapa peristiwa yang silih berganti, jangan sampai pudar karena ketidaktahuan sejarah.
“Oleh sebab itu sekarang ini, menjadi tugas bersama kita menjaga generasi muda jangan sampai terpengaruh dan larut dalam pergaulan yang sengaja dibuat untuk melunturkan patriotis dan jiwa kebangsaan,” jelasnya.
Sebagai warga negara Indonesia, lanjut dandim, seharusnya justru bangga. Karena kemerdekaan negeri ini didapat dari hasil perjuangan dengan tumpahan darah dan nyawa para pejuang pendiri bangsa.
“Oleh sebab itulah, para pemuda harus bisa menjaga dan mewujudkan cita-cita para leluhur. Bukan sebaliknya terpengaruh dengan ajakan ataupun pergaulan yang akan memecah keharmonisan umat beragama, suku, ras dan etnis di Indonesia, lebih khusus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” tandas Letkol Kav Gagang Prawardhana.
Ancaman saat ini yang sangat berbahaya, imbuh dandim, terkikisnya jiwa-jiwa patriotis. Terlebih lagi mendahulukan kekuasaan menjadi tujuan utama.
“Banyak sejarah bangsa ini yang tidak diketahui para generasi muda kita akibat medsos yang informasi-informasinya menyesatkan serta bisa menimbulkan radikalisme dan konflik, hingga merusak keharmonisan dalam agama, suku, ras dan etnis,” pungkasnya.
Untuk itu, jadilah warga negara yang baik. Tidak berbuat dan bergabung dengan ormas-ormas radikal ataupun pergerakan yang dapat mengacaukan rasa aman dan damai bangsa.
“Ayo kita rapatkan barisan, satukan visi misi untuk meluruskan berita-berita yang menyesatkan di bidang agama dan pemerintah dengan harus sering kumpul dan berkomunikasi. Sebagai warga negara yang baik, kita harus bisa menjaga bangsa dan negara dengan baik pula,” tandasnya. (ril/foto: pendim)








