- Internasional

Bismillah, Tiba di Polandia Jokowi ke Ukraina

up2date.id, ELMAU- Usai menghadiri rangkaian pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Elmau, Jerman, Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja ke Ukraina, Selasa (28/6).

Namun presiden yang tengah mengusung misi perdamaian, tidak langsung menuju ke negara yang sedang perang dengan Rusia itu. Tapi ke Polandia terlebih dahulu.

Setelah ke salah satu negara Eropa Timur tersebut, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan melalui darat ke Ukraina dengan menggunakan kereta api.

Bismillah Presiden @Jokowi dalam perjalanan ke Polandia dengan pesawat dan setelah itu langsung ke Ukraina dengan menggunakan kereta api selama 12 jam,” tulis Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, melalui akun instagram pribadinya @pramonoanungw.

Lewat akun tersebut, seskab membagikan momen saat berbincang dengan Presiden Jokowi di dalam pesawat.

Pramono mengungkapkan, kunjungan Presiden ke Ukraina dan Rusia membawa misi perdamaian. Presiden akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan  Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Presiden @Jokowi akan bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin untuk menjalankan misi perdamaian,” tulis Pramono.

Seskab pun menyampaikan, Kepala Negara telah melakukan pengecekan secara detail mengenai kunjungan ke kedua negara ini.

“Presiden @Jokowi selalu mengecek setiap kegiatan dengan detail, termasuk perjalanan ke Ukraina dan Rusia, dalam rombongan yg sangat terbatas,” ujar Pramono.

Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, dalam keterangannya di Munich, Senin (27/6), mengatakan, dirinya terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak dalam rangka kunjungan Presiden ke Ukraina dan Rusia.

“Saya juga melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak dalam rangka kunjungan Bapak Presiden ke Ukraina dan ke Rusia. Tentunya komunikasi ini terus kita lakukan dengan Ukraina dan Rusia sendiri,” ucap Retno.

Pengaturan agenda kunjungan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi beserta rombongan terbatas ke Ukraina, tentunya sudah dipersiapkan sangat matang. Namun tentu saja pengaturan bersifat fleksibel menyesuaikan setiap dinamika kondisi di lapangan. (yob/foto: setpres)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *