up2date.id, JAKARTA- Untuk ke-25 kali berturut-turut sejak 2017, Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus. Sepanjang Mei 2022, selisih nilai ekspor dan impor tersebut, sebesar USD 2,9 miliar.
“Ekspor Indonesia di Mei 2022 mencapai USD 21,51 miliar, atau turun 21,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam konferensi pers, Rabu (15/6).
Namun untuk nilai ekspor, sambung Setianto, justru naik 27 persen. Sementara untuk impor di Mei 2022, turun 5,81 persen menjadi USD 18,61 miliar di mana nilainya naik 30,74 persen.
“Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia masih terjaga, surplus dan ini adalah ke-25 kalinya secara berturut-turut,” tandasnya.
Diketahui, neraca perdagangan RI periode Januari-April 2022 mencapai USD 16,89 miliar atau setara Rp 234,2 triliun (kurs: Rp14.400).
Data ini juga diungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, kalau capaian tersebut tertinggi dibandingkan surplus pada periode yang sama sejak 2017 lalu.
Negara penyumbang surplus tertinggi, menurut Margo, Amerika Serikat sebesar USD 1,6 miliar yang berasal dari pakaian dan aksesori.
Adapun India yang menyumbang USD 1,5 miliar, berasal dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati. Kemudian ada Filipina yang menyumbang sebesar USD 977,9 miliar dari bahan baku mineral dan kendaraan.
Diketahui, BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus USD 7,56 miliar pada April 2022, yang sekaligus menjadi surplus RI ke-24 kali berturut-turut.
“Jadi, surplus kita cukup tinggi dan ini beruntun selama 24 bulan. Komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar itu berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati kemudian bahan bakar mineral,” jelas Margo. (yob/ilust: ist)








