- Nasional

Jenderal Dudung Perintahkan Pangdam Cenderawasih Kejar Pelaku Kasus Yalimo

up2date.id, JAKARTA- Selain mengutuk keras aksi penembakan hingga tewasnya prajurit TNI di Yalimo, Papua, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman juga memerintahkan Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, mengejar pelakunya.

Kemurkaan Jenderal Dudung ini sangat beralasan. Karena dalam kasus penyerangan itu, istri Sertu Eka, Ny Sri Lestari Indah Putri, juga jadi korban. Sementara jari anak balitanya, dipotong.

“KSAD memerintahkan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pelaku penembakan sampai dengan diketemukan dan dilakukan proses secara hukum,” tulis keterangan resmi Dispenad, Kamis (31/3).

Meski demikian, Jenderal Dudung mengingatkan prajurit TNI yang bertugas, untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia juga meminta seluruh prajurit tidak ragu bertindak tegas untuk menindak pihak tertentu yang mengancam keselamatan.

“Kasad juga memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI AD yang melaksanakan tugas di daerah operasi, untuk tidak ragu-ragu bertindak tegas terhadap pihak-pihak tertentu yang mengancam keselamatan pribadi maupun masyarakat sekitar dan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini, juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan TNI AD akan mengurus hak dan memperhatikan masa depan keluarga korban.

Seperti diberitakan, prajurit TNI Sertu Eka (28), tewas ditembak. Sementara istrinya, Sri Lestari Indah Putri (33), tewas akibat disabet senjata tajam. Sedang anak balitanya yang turut jadi korban, mengalami putus jari.

“Demikian pula anak dari almarhum yang masih balita menjadi korban keganasan OTK, yaitu jari tangannya dipotong,” ungkap Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan kepada wartawan, Kamis (31/3).

Ada dua anak lelaki Sertu Eka yang turut jadi korban. Kedua anak korban masing-masing berusia 4 dan 5 tahun.

Sertu Eka yang tewas ditembak OTK merupakan anggota Babinsa Koramil 1702-07/Kurulu. Sementara istrinya yang juga meninggal karena disabet sajam, merupakan seorang bidan.

Sertu Eka tewas dalam peristiwa penyerangan di kios milik almarhum, Jl Trans Elelim, Kampung Elelim, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Kamis (31/3) sekitar pukul 06:15 WIT. Saat serangan terjadi, anak-anak Sertu Eka menjadi sasaran penyiksaan. (yob/foto: dok)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *