- Nasional

Presiden Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Indonesia

up2date.id, NUSA DUA- Peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging pertama di Indonesia, diresmikan Presiden Joko Widodo di Central Parkir ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (25/3).

Seiring dengan diresmikan kali pertama ini, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk menjadikan presidensi G20 sebagai kesempatan untuk menujukkan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi karbondioksida (CO2).

“Melalui penggunaan mobil listrik selama KTT G20, sekaligus sebagai showcase negara Indonesia menjadi terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik,” ujar presiden.

Menurut Jokowi, Indonesia harus mempersiapkan segalanya mulai dari hulu hingga ke hilir. Yaitu mulai dari industri baterai dan komponen lainnya hingga penyiapan SPKLU dan home charging.

“Kita tunjukkan kepada dunia, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tengah tumbuh dan berkembang cepat,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah mempersiapkan 60 SPKLU Ultra Fast Charging 200 KW dan 150 titik fasilitas home charging yang akan dipergunakan seluruh delegasi dalam mendukung pelaksanaan KTT G20 di Bali, November mendatang.

“Tadi sudah dilaporkan oleh Dirut PLN, ultra fast charging ini memiliki berbagai keunggulan. Pengisian dayanya sangat cepat, hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit untuk satu kendaraan dan distribusi bebannya dinamis. Sehingga mempercepat pengisian daya kedua mobil listrik apabila diisi secara bersamaan,” ungkapnya.

Ditegaskan Jokowi, kendaraan listrik merupakan bagian dari desain besar transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan. Ketergantungan Indonesia pada bahan bakar minyak energi fosil yang semakin tinggi, harus dihentikan agar kemandirian energi dapat diwujudkan.

Ketergantungan BBM pada energi fosil, imbuh Jokowi, semakin tinggi sampai saat ini. Bahkan pemenuhanya masih impor. Sehingga membebani defisit, APBN, defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus mencari cara agar bisa mewujudkan kemandirian energi,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. (yob/foto: setpres)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *