up2date.id, JAKARTA- Induk organisasi bulutangkis dunia, Badminton World Federation (BWF), membatalkan sejumlah turnamen di Rusia imbas agresi militer yang dilakukan negara tersebut ke Ukraina.
Adapun sejumlah turnamen yang diselenggarakan Rusia, di antaranya Junior White Nights 2022 pada 30 Juni sampai 3 Juli 2022, White Nights 2022 pada 6-10 Juli.
“Tidak ada turnamen BWF lain yang akan dialokasikan ke Rusia atau Belarusia, hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis dalam laman resmi BWF merespons situasi yang terjadi antara kedua negara dan mengkhawatirkan keselamatan rakyat, serta komunitas bulutangkis Ukraina.
“Bendera nasional Rusia dan Belarusia tidak boleh dikibarkan, dan lagu kebangsaan Rusia dan Belarusia tidak boleh dimainkan di turnamen manapun yang disetujui BWF sampai pemberitahuan lebih lanjut.”
“BWF berkeyakinan kuat, setiap konflik harus diselesaikan tanpa menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun dan lebih memilih menggunakan perdamaian dan solidaritas di antara semua orang. BWF juga sangat prihatin dengan keselamatan rakyat Ukraina, dan Komunitas Bulu Tangkis Ukraina, termasuk pemain, pelatih, dan ofisial,” bunyi pernyataan BWF, sebagaimana dilansir dari detik.com, Senin (28/2).
“BWF sepenuhnya mendukung pernyataan publik dari Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional dan menyatakan kekecewaan serta kecaman keras atas pelanggaran yang dilakukan pemerintah Rusia dan Belarusia terhadap Gencatan Senjata Olimpiade Majelis Umum PBB. BWF berdiri dalam solidaritas penuh dengan seluruh gerakan olahraga internasional untuk menyerukan semua pihak menghentikan tindakan kekerasan dan memulihkan perdamaian,” tulis dalam laman BWF.
“BWF juga akan mengomunikasikan simpati dan keprihatinan terdalamnya kepada Asosiasi Bulu Tangkis Ukraina dan akan mengoordinasikan dukungan khusus kepada komunitas Bulu Tangkis Ukraina jika memungkinkan.”
Selanjutnya, BWF akan terus memantau situasi dengan cermat dan secara proaktif akan berkonsultasi dengan mitra gerakan olahraga internasional untuk membahas opsi lain yang berpotensi memperkuat tindakan terhadap pemerintah Rusia dan Belarus. (yob/ilust: ist)








