up2date.id, KERAWANG- Presiden Joko Widodo melepas ekspor ke-2 juta unit mobil produk PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI), sekaligus perdana Fortuner ke Australia di Karawang, Jawa Bara, Selasa (15/22).
Kepala Negara mengapreasi Toyota Motor Manufacturing Indonesia, meski di tengah pandemi tetap mampu untuk mengambil peluang dan kesempatan yang ada serta pasar baru.
“Saya sangat menghargai. Sangat mengapresiasi karena apa pun, tadi kita sudah melihat produknya Fortuner, selain produk-produk yang lain. Ini dihasilkan SDM-SDM Indonesia yang memiliki kualifikasi yang sangat baik untuk produk ekspor,” ujarnya.
Meski demikian, presiden mengingatkan, produk ekspor Indonesia ini akan bersaing dengan produk-produk lain dari berbagai negara produsen mobil. Keberhasilan produk dalam negeri menembus pasar ekspor, membuktikan SDM Indonesia memiliki kemampuan dalam memproduksi mobil yang berkualitas.
“Konsumen itu akan memilih kalau produk kita memiliki kualitas, memiliki kualifikasi yang baik untuk dipakai. Ini membuktikan, SDM-SDM Indonesia memiliki kualifikasi yang baik dalam memproduksi mobil. Sangat teliti, sangat cermat, sangat hati-hati karena ini menyangkut keselamatan orang,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga mengapresiasi upaya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, yang terus mendorong ekspor mobil ke hampir 80 negara di empat benua.
Selain itu, presiden juga senang karena tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk mobil yang dihasilkan Toyota, telah mencapai lebih dari 75 persen.
Sementara, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya mengatakan, industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan 3,67 persen sepanjang 2021. Lebih tinggi dibandingkan 2020 yang kontraksi minus 2,52 persen akibat pandemi. Secara khusus, industri otomotif tumbuh luar biasa pada 2021, mencapai pertumbuhan dua digit yaitu 17,82 persen.
“Industri otomotif nasional saat ini di Indonesia ada 21 perusahaan. Kapasitas produksinya 2,35 juta unit per tahun. Penyerapan tenaga kerjanya juga cukup tinggi, yang langsung maupun tidak langsung, sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang mata rantai bidang industri,” jelas Agus.
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Kenji Kanasugi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Susumu Matsuda dan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono. (yob/foto: setpres)








