up2date.id, JAKARTA- Korban meninggal dunia terbesar akibat Covid-19 varian Omicron, ternyata selain karena memiliki penyakit bawaan (komorbiditas), juga belum mendapat vaksinasi lengkap.
Seperti diketahui, kasus konfirmasi harian sempat mendekati angka tertinggi gelombang kedua Covid-19 Juli 2021 lalu. Per Sabtu (12/1), ada 55.209 orang terpapar. Sementara tiga hari terakhir, penambahan kasus kematian Covid-19 kembali melampaui 100 orang per hari.
Meski demikian, menurut juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, laporan ini relatif lebih rendah dari tren gelombang Covid-19 sebelumnya saat Indonesia diterjang varian Delta.
“Pasien yang memiliki komorbiditas dan belum mendapat vaksinasi lengkap adalah korban terbesar dari Covid-19,” terangnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/2).
Data Kemenkes pada periode 21 Januari hingga 8 Februari 2022, lanjut dr Siti Nadia, menunjukkan dari 487 pasien Covid-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap.
Begitupun jika dilihat dari laporan data vaksin Kemenkes RI per Ahad (13/2), capaian sasaran vaksinasi lansia untuk dosis lengkap, memang lebih rendah ketimbang kelompok lain. Bahkan jauh tertinggal dibandingkan cakupan vaksinasi dosis lengkap pada kelompok anak usia 10 hingga 17 tahun dan masyarakat umum usia dewasa.
“Baru ada 50,38 persen atau lebih dari 10,8 juta lansia yang menerima vaksinasi lengkap, sementara vaksin booster berkisar 4,85 persen,” jelasnya.
Selain lansia, vaksinasi usia anak 6 hingga 11 tahun, juga masih jauh dari target sasaran. Di periode yang sama, capaian sasaran vaksinasi kedua untuk kelompok tersebut baru mencapai 25,85 persen atau sebanyak 6,8 juta orang.
“Karena itu, pemerintah terus berjuang keras untuk mencegah lebih banyak lagi korban. Salah satunya dengan mendorong vaksinasi, terutama bagi lansia, orang yang memiliki komorbid dan anak-anak,” tandasnya. (yob/foto: dok)








