- Berita, Nasional

BMKG Imbau Potensi Bancana Akibat Gelombang dan Rob

up2date.id, JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) imbau masyarakat mewaspadai potensi bencana akibat gelombang tinggi dan pasang muka air laut (rob).

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari gelombang tinggi dan pasang muka air laut,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/12).

Menurut Dwikorita, meningkatnya intensitas cuaca ekstreme, terutama pada Desember, Januari hingga Februari 2022 di sejumlah wilayah Indonesia, dipengaruhi beberapa kondisi.

“Terutama kondisi cuaca yang saat ini musim hujan, pengaruh La Nina dan juga pengaruh dari angin Monsun Asia,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Dwikorita, diperkirakan memberikan dampak terjadinya kenaikan gelombang tinggi mencapai 4 hingga 6 meter.

Daerah yang diperkirakan mengalami gelombang tinggi mencapai 4-6 meter dan kecepatan angin yang signifikan, berada di Samudera Pasifik Timur Filipina. Kondisi tersebut juga memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah utara Indonesia bagian timur.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah. Hal itu dikarenakan kondisi gelombang tinggi dan meningkatnya kecepatan angin bersamaan dengan fase bulan baru.

“Selain kondisi cuaca terkait gelombang dan angina, juga bersamaan dengan fase bulan baru dan kondisi Perigee,  yaitu kondisi dimana posisi bulan itu berada pada jarak terdekat dengan planet bumi. Sehingga gravitasi bulan terhadap permukaan air di samudera, di laut menjadi semakin meningkat,” beber Dwikorita.

BMKG memprediksi, kondisi tersebut berpotensi terjadi kembali pada 18-22 Desember 2021 akibat adanya fenomena fase bulan purnama.

Potensi beberapa wilayah terdampak cuaca ekstreme pada periode 8-10 Desember 2021, yaitu Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate, Halmahera, Papua Barat (bagian utara), dan Papua (Papua bagian utara).

Sementara, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengimbau masyarakat di wilayah terdampak segera mengantisipasi dan menyiapkan langkah mitigasi bencana.

“BMKG telah menyampaikan informasi tersebut kepada BPBD, Kementerian KKP, dinas perikanan dan stakeholder lainnya di pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan perikanan,” ujarnya.

Kondisi yang perlu dicermati dari tiga fase yang bersamaan, sambung Eko, yaitu angin kencang di pesisir, diikuti gelombang tinggi, ditambah fase pasang maksimum dan curah hujan yang lebat akan semakin menambah dampak tingginya genangan. (yob/ilust: dok)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *