- Nasional

Kebut Jalan Tol 2022, Jokowi Gelontorkan Rp 28,8 T

up2date.id, JAKARTA- Kebut pembangunan jalan tol 2022, Presiden Joko Widodo gelontorkan Rp 28,8 triliun ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Menurut Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan, Qoswara, anggaran pengadaan lahan di tahun ini paling besar untuk jalan tol. Hal ini sejalan dengan target Presiden Jokowi mengebut pembangunannya sampai 2024.

“Di 2022 ini, pengadaan lahan nilainya Rp 28,8 triliun, paling besar untuk jalan tol Rp 24,08 triliun. Sisanya untuk sumber daya air dan pelabuhan,” jelas Qoswara saat media briefing, Jumat (24/6).

Adapun sejak 2016 hingga 17 Juni 2022, LMAN telah mengelola 288 aset negara. Aset tersebut meliputi 288 properti dan dua aktiva kilang Badak, Kilang Arun dan satu kawasan Ciperna di Jawa Barat.

Dalam bahan paparannya dari jumlah tersebut, baru 76 aset yang teroptimalisasi. Sedang rincian lainnya sebanyak 43 aset dalam proses pemasaran, 100 aset sudah clean and clear secara fisik, 1 kawasan ciperna dan 2 aktiva kilang.

“Dari 288 di luar kilang, telah teroptimalisasi 76 (aset). Ini jauh meningkat dari 2020 yang saat itu baru 19 (yang dioptimalisasi),” jelas Direktur Utama LMAN, Basuki Purwadi, dalam kesempatan yang sama, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.

Sementara jika dilihat realisasinya, khusus untuk semester I-2022, LMAN telah mendanai pengadaan lahan mencapai Rp 6,27 triliun hingga 17 Juni.

Realisasi Rp 6,27 triliun tersebut meliputi infrastruktur jalan tol Rp 4,03 triliun, bendungan Rp 1,96 triliun, kereta api Rp 140 miliar, pelabuhan Rp 72 miliar, irigasi Rp 38 miliar dan air baku R p20 miliar.

Menurut Basuki, pendanaan khusus sektor infrastruktur jalan tol pada 2022, sebanyak 80 persen dari realisasinya dilakukan melalui skema pembayaran langsung. Sedang 20 persen sisanya, melalui dana talangan.

Hal tersebut merupakan langkah yang penting, mengingat dengan skema pendanaan pembayaran langsung, badan usaha tidak perlu menalangi terlebih dahulu.

“Sehingga dari sisi keuangan, badan usaha tidak terganggu proyek pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Secara detail dijelaskan Basuki, pendanaan pengadaan tanah jalan tol pada 2020, sebanyak 89 persen atau Rp 16,05 triliun dilakukan melalui dana talangan. Sedang 11 persen sisanya atau Rp 1,91 triliun, melalui skema pembayaran langsung.

Pendanaan pengadaan tanah jalan tol pada 2021 sebanyak 57 persen atau Rp 10,1 triliun dilakukan melalui pembayaran langsung. Sedang 43 persen isanya atau Rp 7,76 triliun, melalui dana talangan.

Untuk pendanaan pengadaan tanah jalan tol pada 2022 sebanyak 80 persen atau Rp3,22 triliun melalui skema pembayaran langsung. Sedang 20 persen atau Rp 0,82 triliun, melalui dana talangan.

Sementara top lima realisasi terbesar untuk sektor jalan tol meliputi proyek Yogyakarta-Solo-Kulonprogo Rp 792 miliar, jalan Tol Trans Sumatera Rp 741 miliar, Jakarta Cikampek II Sisi Selatan Rp 367 miliar, Cinere-Jagorawi Rp 290 miliar dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Rp 275 miliar.

Untuk top lima realisasi tersendat untuk sektor non jalan tol meliputi proyek Bendungan Margatiga Rp 608 miliar, Bendungan Bener Rp 436 miliar, Bendungan Sadawarna Rp 226 miliar, Bendungan Karian Rp 183 miliar dan Bendungan Rukoh Rp 111 miliar.

Selain mengoptimalkan aset negara yang dikelola, LMAN juga menggerakkan optimalisasi aset negara secara lebih luas dengan bersinergi bersama pengelola barang milik negara (BMN) melalui jasa konsultasi bagi Kementerian atau Lembaga, Badan Layanan Umum (BLU), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemerintah daerah maupun BUMN. (yob/foto: pupr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *