up2date.id. JAKARTA- Mengawal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Mendagri Tito Karnavian mulai ngantor di Penajam. Paser Utara, Kalimantan Timur. 1 Januari 2024.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro, saat menghadiri rapat paripurna perayaan HUT DKI Jakarta ke-495 di DPRD setempat, Rabu (22/6).
“1 Januari 2024, Insyaallah saya akan memimpin kemendagri bersama Pak Mendagri Tito pindah ke Kalimantan,” tandas Suhajar.
Dengan demikian, lanjut Suhajar, Jakarta harus mempersiapkan diri menyandang status baru. Karena bukan lagi menjadi pusat pemerintahan dan birokrasi. Melainkan pusat bisnis nasional maupun global.
“Dengan tanggalnya status sebagai ibu kota negara, secara perlahan status dan karakternya (DKI Jakarta) sebagai pusat birokrasi juga akan berkurang, yang memerlukan persiapan dan perencanaan matang,” jelasnya.
Menurut Suhajar, hilangnya status Ibu Kota di Jakarta, berpotensi menjadi ancaman hilangnya identitas kota. Karena itu, Jakarta harus mampu merumuskan visi misi baru, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman usai ibu kota pindah ke Kaltim.
“Untuk itu diperlukan antisipasi dan persiapan yang matang, yang mengharuskan perumusan karakter kota yang khas dan kuat sejak dini,” ujarnya.
Kota-kota dunia yang menjadi pusat bisnis regional dan global, menurut Suhajar, cenderung memelihara nilai keterbukaan serta keberagaman. Hal ini bisa memperkuat nilai-nilai lokal yang selama ini dipelihara, sekaligus kompatibel dengan nilai-nilai peradaban yang dinamis dan futuristik.
“Oleh sebab itu, sangat baik bila hal ini mendapat penekanan dalam semua aspek perencanaan pemerintahan DKI Jakarta, termasuk dalam komunikasi masyarakat. Sehingga publik dapat menyiapkan diri bersama-sama dengan pemerintah,” ucapnya. (yob/ilust: dok)








