- Ekonomi & Bisnis

Panen Melimpah Harga Gabah Anjlok

Up2date.id, SAMPIT- Musim panen padi tahun ini di Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur ( Kotim), melimpah. Sementara harga gabah di pasaran anjlok. Disebabkan para pembeli lokalan tak mampu menampung. Sedang pembeli luar daerah, seperti Banjarmasin, Kalsel, berkurang karena juga musim panen.

Informasi yang di himpun dilapangan menyebutkan,  anjloknya harga gabah, karena keterbatas penampung lokal dan melesunya pembeli dari luar daerah. Kebanyakan petani yang panennya berlimpah yang memiliki luasan tanam yang banyak, mereka harus jual walaupun harga murah. Disamping petani lainnya memilih menyetok menunggu harga yang bagus.

“Petani yang perlu duit pasti menjual gabahnya karena keperluan mendesak. Sebagian memilih menyimpan gabahnya menunggu harga yang pantas,” ujar Nookhalis, anggota Poktan Karya Mufakat, Desa Kuin Permai, Kamis (6/6).

Lanjut, Noor Khalis, harga gabah saat ini turun derastis karena kurangnya pembeli yang menampung hasil panen padi tersebut.

“Kalau harga gabah Kering siap giling jenis unggul siam epang kisaran Rp 5.500 sampai Rp 6.000/kg,” ucap  Noor Khalis.

Hal yang sama juga dikatakan petani lainnya, kalau harga gabah sekarang anjlok karena para penampung yang melirik hasil panen para penukarnya berkurang dan tak seramei tahun lalu dengan harga yang fantastis.

“Tahun ini harga gabah kering dan siap giling belum ada pembelinya. Sementara gabahnya kita simpan dulu sambil menunggu harga yang masuk perhitungan,” ujar Jain, anggota Poktan yang juga berdomisili di Desa Kuin Permai tersebut.

Sementara, , Kepala Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP), Kecamatan Teluk Sampit, Sutrisno, saat dikonfirmasi via ponselnya, Kamis(6/6),  membenarkan harga jual -beli gabah melesu karena pasaran lokal tidak mampu menampung. Begitu juga penampung yang dari luar daerah berkurang. Sehingga harga beras Siam Epang tingkat lokal pun turut anjlok,

“Harga beras sekarang dipasaran hanya Rp 13.000/ kg. Sedang harga Gabah Kering Giling ( GKG) di petani masih bertahan kisaran Rp 6.000- Rp 7.500,” katanya.

Sutris, sapaan famikiarnya, menilai, turunnya harga gabah diwilayahnya karena masa panen di daerah luar juga melimpah. Bahkan di daerah Kalsel sendiri, katanya, ada jenis beras yang teksturnya karau, rasanya sama menyerupai siam epang dengan masa panennya pendek hanya 3 bulan.

“Mungkin harga gabah dan berasnya yang serupa itu lebih hemat dibandingkan harga beras siam epang. Sedang paretas unggul siam epang masa panen lama kisaran umur 4,5 bulan sampai dengan 5 bulan,” ungkapnya.

Petani, lanjut Sutris, sudah banyak bertanam memilih bibit unggul yang masa tanam sampai panen 3 bulan karena tekstur berasnya saat dimasak pulen tidak karau dan dilidah pastinya akan cocok buat semua orang.

“Sekarang petani kita banyak menanam jenis unggul inpari 30 dan 32. Sedang unggul siam epang hanya sekitar 15 persen dari jumlah tanam,” katanya.

Sekadar informasi, musim tanam tahun l, Oktober-Maret ( Okmar) yang masa tanam tertunda lantaran perubahan iklim, hingga awal tanam Januari- Pebruari 2024. Jumlah luasan tanam padi mencapai ribuan hectare (Ha) ada di tiga Desa yakni; Desa Parebok 510 hektare, Kuin Permai 1.650 Ha, Lampuyang 3.190 Ha. Total luasan tanam Poktan Teluk Sampit, 5.350 Ha. (um/ foto: ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *