- Daerah

KPA Ulin Kibarkan Bendera Raksasa  di 17 Titik Tanbu

Up2date.id, BATULICIN – Bendera berukuran raksasa berkibar di 17 titik di Kabupaten Tanah Bumbu. Aksi  yang dimaksudkan untuk menanamkan semangat patriotik pada Dirgahayu HUT RI ke 80 ini diprakarsai oleh Kelompok Pencinta Alam (KPA) Ulin.

Pada puncaknya, bendera berukuran 12 x 9 meter dibentangkan di tebing batu Gunung Taliut di kawasan wisata Kecamatan Teluk Kepayang saat momentum detik-detik proklamasi. Aksi dramatis yang menguji adrenalin ini menyita perhatian warga sekitar.

Pasukan pengibar dari tim wall climbing KPA Ulin menggunakan perangkat panjat tebing yang memadai. Tim berjumlah 16 orang. Diiringi lagu Indonesia Raya melalui speker audio, bendera berhasil dibentangkan di posisi tertinggi dinding tebing batu.

Prosesi pengibaran berlangsung khidmad, sejumlah warga yang berada di lokasi bahkan turut mengangkat tangan dan memberi hormat pada bendera yang terbentang gagah nan indah di antara tinggi dan kokohnya tebing. Untuk diketahui tebing batu Gunung Taliut memang memiliki daya tarik wisata alam yang menawan . Pemerinah setempat mengembangkan kawasan ini menjadi objek wisata.

Sebelumnya, sejak awal agustus KPA Ulin secara paraler sudah membentangkan bendera raksasa serupa di 16 titik. Lokasi pembentangan Sang Saka Merah Puth ini tersebar di sejumlah koordinat landmark yang strategis di wilayah kabupaten Tanah Bumbu.  Bendera juga dibentangkan di Kawasan wisata dan Kawasan Sejarah, seperti di makam pahlawan Matone.

Menurut Ketua KPA Ulin, Agus Riyanto, aksi ini bukan sekadar pamer kemampuan menaklukkan tempat-tempat tinggi, tapi sebagai upaya kelompoknya untuk mengangkat derajat dan membanggakan simbol negara.

“Kami ingin menjaga kehormatan dan wibawa Merah Putih yang perkasa di puncak-puncak tertinggi. Kami berharap aksi ini mampu mengobarkan kembali rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa yang akhir-akhir ini mulai terkikis,” ujarnya.

Agus menjamin aksi ini sudah mengikuti standar keselamatan. Personel yang teribat telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengalaman yang memadai. Perangkat keselamatan yang digunakan juga mengacu pada standarisasi  yang lazim digunakan. (uza/foto; ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *