Up2date.id, SAMPIT, Warga Kelurahan Kuala Kuayan, di Rukun Tetangga ( RT)10, Kecamatan Mentaya Hulu, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim), Kalimantan Tengah ( Kalteng), Kamis (20/6) malam. Geger akibat amuk si jago merah. Akibat kejadian ini, empat rumah dan satu gedung walet, hangus.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17:40 WIB hingga Pukul 21:00 WIB. Amuk api membuat suasana gaduh, karena warga sedang melaksanakan sholat Magrib. Moment memilukan, sempat divideokan warga lewat dawai android berdurasi 27 detik saat jilat api begitu ganasnya melalap rumah dan gedung wallet di tengah kesibukan warga mencoba menghalau kobaran api.
Namun bola api semakin membesar.hingga membuat warga kian panic. Mereka berjibaku dengan peralatan seadanya, seperti ember dan alat lainnya, tetapi api tak mengecil. Tak hanya itu, pompa alkon milik warga sekitar pun dikerahkan. Warga bersama pihak kelurahan maupun aparat keamanan bahu-membahu memadamkannya.
Kobaran api yang melahap bangunan rumah baru bisa dijinakkan sekitar tiga jam lebih karena gigihnya warga saling membahu memadamkannya.
Menurut warga sekitar, kejadian itu saat mereka sedang duduk-duduk bermain dawai di depan rumah, tak sengaja melihat kepulan. Namun tak berapa lama api membesar, hingga mereka berteriak dan membuat warga lainnya yang mendengar keluar rumah.
“Empat buah rumah dan satu gedung walet di bekangnya turut hangus terbakar,” ujar Tusi menuturkan kejadian tersebut, Kamis (20/6).
Kejadian kebakaran, lanjut Tusi, menimpa bangunan rumah warga yang bermukim dipinggiran sungai Kuala Kuayan tersebut. Di antaranya rumah milik Sudin, Ocen, Sudibyo dan Ansi Nurmi beserta gedung walet di belakangnya.
Hal yang sama juga dituturkan Hanil. Menurutnya, api begitu cepat melalap bangunan yang terbuat dari kayu, karena RW serempat tak mmiliki alat pemadam kebakaran swadaya.
“Beruntung ada lima unit pompa alkon milik warga membantu pemadaman. Seandai tidak ada, kemungkinan akan lebih banyak lagi kobannya,” ucapnya saat dihubungi media ini via ponselnya, Kamis (20/6) malam.
Belajar dari musibah ini, sambung Hanil, Masyarakat Mentaya Hulu, umumnya yang berada di Kelurahan Kuala Kuayan, khususnya yang berada di kawasan pasar, minta Pemerintahan Kabupaten Kotim, mengadakan alat pemadam yang memadai.
“Sebagai pusat perekonomian, warga harusnya memiliki alat pemadam kebakaran tersebut, karena iru kami warga kawasan pasar menginginkan adanya alat pemadam yang memadai,” imbuh Hanil.
Sementara kerugian akibat musibah ini belum bisa ditaksir, begitu juga asal n api masih dalam penanganan pihak kepolisian setempat. (um/foto: ist)







