Up2date.id, BANJARBARU –Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru gelar rapat koordinasi, dalam upaya pemberantasan dan pemantauan program pencegahan korupsi, Rabu (2/8).
Rakor tersebut dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan, Balaikota setempat. Digelar dengan maksud untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam upaya memerangi korupsi.
Dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, Wakil Wali Kota, Wartono, Sekdako, H. Said Abdullah.
“Bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar SKPD dalam memerangi korupsi serta memantau efektivitas program pencegahan korupsi yang telah dilaksanakan” ujar Aditya dalam sambutannya.
Aditya berharap, dengan berhasilnya upaya pencegahan korupsi di Kota Banjarbaru, akan mendorong pertumbuhan ekonomi semakin meningkat secara berkelanjutan. Dengan pemberantasan korupsi yang efektif, investasi di kota ini diharapkan semakin menarik.
“Pelaku usaha lebih percaya untuk berinvestasi, dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari adanya lingkungan bisnis yang bersih dan transparan,” katanya.
Lebih lanjut, Aditya mengatakan pemerintahan yang berhasil memberantas korupsi akan mampu memanfaatkan anggaran secara optimal, menghasilkan proyek-proyek strategis, serta program-program pembangunan yang berdampak positif bagi kota dan warganya. Maka, terbuka peluang bagi Banjarbaru untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh warganya.
Sementara itu, Plh. Direktur Korsup Wilayah III KPK, Sri Kuncoro Hadi, menyampaikan materi mengenai pemberantasan korupsi dengan sistem Monitoring Center Prevention (MCP).
Dalam paparannya, ia menguraikan secara rinci tentang bagaimana MCP menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam menanggulangi korupsi di berbagai sektor pemerintahan dan masyarakat.
Pada rapat koordinasi yang berlangsung tidak hanya melibatkan para pejabat SKPD secara pasif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi tanya jawab dengan Tim Korsup KPK. (ab/foto: medcenbjb)








