Up2date.id, BATULICIN – Peserta pelatihan angkatan II di Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Bumbu melakukan kegiatan bakti sosial ke Taman Makam Pahlawan (TPM) Matone di Pagatan, Selasa (23/5). Kegiatan yang melibatkan 94 peserta ini, guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai upaya pengimplementasian softskill.
Kepala BLK Tanah Bumbu, Riza Ahyari, mengatakan, program pelatihan yang dilakukan instansinya tidak hanya menitik beratkan kompetensi keterampilan sesuai jurusan, namun juga menanamkan dan mengasah softskill peserta.
“Peserta yang kami latih tidak memenuhi standar kompetensi keterampilan tertentu, tapi harus memiliki dan menguasai softskill. Salah satunya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan potriotisme. Melalui kegiatan ini peserta juga diasah kerjasama dan kekompakan timnya,” jelas Riza saat memulakan kegiatan bakti sosial.
Riza mengaku sengaja mendesain kurikulum pelatihan yang proporsi antara hardskill dan sofskill agar lulusan BKL yang digawanginya, benar-benar dapat berterima dengan dunia kerja. Bahkan Riza menyebut untuk melatih softskill peserta, ia mendatangkan tenaga intruktur professional.
“Target program setiap angkatan itu kurang lebih 300 jam. Tahap awal pelatihan kita mulai dengan pembekalan softskill, pelatihan ini sudah dibuka oleh Bupati sejak 17 Mei lalu dan akan berakhir 24 Mei besok. Lalu dilanjutkan dengan pelatihan hardskill-nya. Untuk softskill kami menggandeng instruktur yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Beberapa diantaranya kami hadirkan dari luar daerah,” papar Riza yang juga ketua Dewan Start Up Kalimantan Selatan ini.
Kepala Desa Kampung Baru, Andi Satria Jaya, mengapresiasi kegiatan baksos yang diprakarsai BLK Tanah Bumbu ini. Andi jaya yang juga turut mendampingi peserta dalam baksos bahkan turut memberikan motivasi pada peserta. Aksi semacam ini menurutnya perlu didorong, terutama bagi generasi muda.
Di hadapan peserta, kepala desa yang juga merupakan keturunan Raja Pagatan in,i juga memberikan penjelasan menganai sejarah TPM Matone dan aksi heroik pahlawan yang melatarbelakanginya.
Sementara itu, salah satu instruktur BLK, Anwar Ali Wahap berharap agar peserta benar-benar dapat menyerap nilai-nilai kebangsaan yang hendak ditanamkan melalui kegiatan ini. Peserta menurutnya harus dapat mengimplementasikan nilai tersebut ke dalam kehidupan dan dunia kerja yang konkret.
“jangan hanya selesai pada kegiatan baksos. Kegiatan ini hanya sarana untuk pengamalan lebih konkret ketika memasuki dunia kerja nantinya,” ujarnya.
Sebanyak 94 peserta yang terlibat pada Angkatan II ini terdiri dari 6 program jurusan. Jurusan tersebut adalah teknik listrik, Teknik otomotif, bisnis manajemen, processing, TIK dan garmen Apparel. Peserta akan melalui pelatihan dalam masa hampir 3 bulan. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai modal dalam dunia kerja atau usaha. (uza/foto: bzak)








