- Olahraga

Hadapi Kosta Rika, Jerman Belajar Peristiwa Empat Tahun Silam

Up2date.id, DOHA-  Menghadapi Kosta Rika di Grup E Piala Dunia 2022, Jumat (2/11) dini hari 02:00 WIB, yang juga memiliki peluang lolos ke babak 16 besar, Jerman seperti tak menjadi beban.

Padahal di klasemen seentara Grup E, Panzer, julukan Timnas Jerman,  berada di posisi buncit dengan satu poin, dan Kosta Rika berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Sedang Spanyol berada di puncak (empat poin) dan Jepang di posisi kedua (tiga poin).

Karena itu untuk lolos ke 16 besar, Jerman bukan hanya harus menang dari Kosta Rika, tapi juga mesti menunggu hasil akhir pertandingan Jepang vs Spanyol.

Situasi ini setidaknya pernah dialami Jerman pada 2018. Saat itu, juara empat kali Piala Dunia itu tersingkir di babak penyisihan grup, Insiden  paling awal untuk pertama kalinya dalam kurun 80 tahun.

Meski akan menghadapi laga krusial, Pelatih timnas Jerman, Hansi Flick, mengatakan tak punya rencana untuk mundur dari jabatannya kalau anak asuhnya tersingkir lagi lebih awal.

“Saya punya kontrak sampai 2024, dan saya menantikan Piala Eropa (tahun 2024), tapi itu masih lama,” kata Flick yang mengambil posisi Joachim Low sebagai pelatih timnas Jerman, Agustus 2021.

“Kami ingin mengakhiri pertandingan lebih awal untuk menambah tekanan kepada tim dari grup lain. Kami harus memiliki sikap seperti yang kami tunjukkan saat melawan Spanyol.” lanjutnya.

Sementara alenator Kosta Rika, Luis Fernando Suarez, mengaku sempat kehilangan harapan untuk lolos ke babak 16 besar usai dipermalukan Spanyol 7-0.

Namun asa menyala setelah mengalahkan Jepang. Harapan negara dari Amerika Tengah untuk lolos ke babak 16 besar di Qatar, kembali berkobar.

Terlebih lagi seandainya menang dari Jerman, mereka bakal lolos dan meniru gaya heroik di 2014, ketika menekuk Italia dan Inggris.

“Delapan tahun telah berlalu, dan para pemain telah berubah. Tapi Anda punya kenangan yang baik,” kata Suarez.

“Mereka lolos ke babak 16 besar, di mana tak ada satu pun yang percaya sebelumnya. Mereka tidak pernah difavoritkan, itu bagus,” lanjutnya.

Kosta Rika, sambung Suarez,  harus kuat secara emosional, dan siap banting tulang pada pertandingan ini. “Kalau Jerman tersingkir, ini akan menjadi hal besar dan kami akan bangga bisa bertanggungjawab atas hal itu.” Pungkasnya.

Menghadapi laga ini, bek tengah Kosta Rika, Francisco Calvo, tak dapat mentas akibat akumulasi kartu kuning kedua saat pertandingan melawan Jepang.

Daniel Chacon, 21 tahun, kemungkinan muncul sebagai pemain pengganti terakhir, karena pelatih Suarez mungkin lebih memilih pemain yang berpengalaman, Juan Pablo Vargas, 27 tahun.

Jerman, diakui Suarez, memiliki sejumlah pemain penyerang yang bagus, meskipun mereka punya kerentanan di baris pertahanan.

Sejak awal, menurut Suarez, Jerman melewati banyak batu sandungan untuk masuk ke babak 16 besar. Mereka beruntung masih bisa bertahan, Jadi mereka akan memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya.

Jerman memiliki sejumlah pemain penyerang yang bagus, meskipun mereka punya kerentanan di baris pertahanan, mereka semestinya bisa menang dengan tenang. (yob/ilust: ist)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *