- Regional

Gelar Diskusi Lawan Radikalisme di Polres Banjarbaru Div Humas Polri Hadirkan M Nasir Abbas

Up2date.id, BANJARBARU- Divisi Humas Polri hadirkan Mohamad Nasir Abbas sebagai narasumber dalam diskusi Kontra Radikal di Mapolres Banjarbaru, Rabu (21/9).

Mengusung tema: “Terorisme Musuh Kita Bersama” Div Humas Polri selain mendaulat M Nasir Abbas, juga mendapuk wartawan TV Polri, Kristian Hendra Wijaya, kdi pembicara.

Focus Group Discussion (FGD) dihadiri Kasubbid PID Bid Humas Polda Kalsel Pembina TK.I, Drs Hamsan, Ketua MUI Kota Banjarbaru, KH Nur Syahid Ramli, Ketua FKUB, Dr H Muslih Amberi, MSi, Pejabat Utama Polres Banjarbaru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta perwakilan mahasiswa.

Menurut AKBP Erlan Munaji, selaku Ketua Tim Div Humas Polri, tujuan FGD untuk mensosialisasikan serta memperkenalkan secara jelas kepada tokoh masyarakat tentang misi utama kegiatan kontra radikal sebagai upaya menangkal paham radikalisme yang telah banyak masuk ke tengah masyarakat, khususnya di tempat keagamaan.

“Hal tersebut harus menjadi perhatian, khusus bagi tokoh masyarakat, untuk berperan penting dan bekerjasama dengan pihak kepolisian guna menangkal pemahaman radikalisme agar jangan sampai masuk ke wilayah Kalsel, khususnya Kota Banjarbaru,” jelas AKBP Erlan.

Dengan FGD, sambung AKBP Erlan, diharapkan dapat menambah hazanah pengetahuan dalam mencegah paham radikalisme dan separatisme, yang saat ini banyak dihembuskan kelompok tertentu melalui berbagai elemen dengan tujuan merubah paham seseorang menjadi radikal.

Karena itu perlu kerja sama dan sinergitas semua pihak dalam mencegah paham-paham radikal yang dilarang  konstitusi NKRI.

“Mencegah paham radikal perlu kolaborasi seluruh elemen. Selain Forkopimda, TNI-Polri, juga peran serta dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan para mahasiswa,” tandasnya.

Sementara, Mohamad Nasir Abbas menjelaskan secara detail tentang bahaya paham radikalisme.

Menurutnya, doktrin terorisme di Indonesia lebih cenderung mengeksploitasi targetnya melalui ayat suci Al-Qur’an dan memainkan isu-isu Islam garis keras.

OLeh sebab itu, mantan teroris ini berharap masyarakat Indonesia harus lebih peka terhadap isu-isu atau ajakan terkait radikalisme yang tidak sesuai dengan ideologi  negara yang berazaskan pancasila.

“Mari sama-sama kita beri pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan paham-paham yang berseberangan dengan Pancasila,” ajak Nasir Abbas mengimbau. (ril/foto: bidhumas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *