- Hukum & Kriminal

Robot Trading Fahrenheit Dibongkar Polisi, Rugikan Member Rp 5 T

up2date.id, JAKARTA- Investasi robot trading Fahrenheit yang terkenal dengan slogan D4, Duduk Diam Dapat Duit, dibongkar Polda Metro Jaya karena diduga merugikan para membernya hingga Rp 5 triliun.

Saat ini polisi telah menangkap 4 orang tersangka di kasus ini. Keempat tersangka dengan perannya: D berperan sebagai admin atau yang menguasai website, sekaligus menerima deposit dari member dan melakukan penarikan (withdraw).

ILJ berperan sebagai admin media sosial dalam memasarkan jasa robot trading Fahrenheit yang dijalankan oleh leader dengan tujuan menarik member baru

DBC berperan sebagai admin atau selaku pengelola situs website Fahrenheit, Kemudian, MF sebagai admin dan atau yang menguasai website https://userzone.lotusinternationalllc.com, yang menerima laporan transaksi dari deposit member dan melakukan penarikan withdraw kepada member dan pemilik rekening.

Robot trading ini, menurut Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis, dalam jumpa pers di Mapolda setempaty, Selasa (22/3), dikelola sebuah PT, yakni PT FSP Academy Pro. Perusahaan tersebut dipimpin seorang pria bernama Hendry Susanto atau HS.

“PT FSP Academy Pro ini dipimpin oleh seseorang bernama HS, yang dikenalkan oleh para pelaku yang sudah ditangkap di Polda Metro,” kata Auliansyah.

Para tersangka, lanjut dirkrimsus, memperkenalkan robot trading Fahrenheit melalui media sosial dengan mengajak masyarakat menginvestasikan uangnya.

“Para member yang menjadi korban, menginvestasikan dana pada akun trading Fahrenheit ini dengan mengirimkan dananya dengan cara mentransfer ke rekening milik pelaku atau tersangka dengan inisial D dan mewajibkan para member membeli robot seharga 10 persen dari dana yang diinvestasikan,” jelasnya.

Para pelaku, sambung Auliansyah, menjelaskan kepada para member, robot trading ini memiliki slogan D4, Duduk Diam Dapat Duit. Sehingga masyarakat termotivasi untuk menginvestasikan uangnya.

“Nah, ini yang mereka sampaikan ke masyarakat, sehingga masyarakat mungkin merasa yakin menempatkan uangnya di robot trading ini,” imbuh dirkrimsus.

Selain itu, menurut Auliansyh, para tersangka juga menjanjikan trading melalui robot trading Fahrenheit selalu untung dan tidak akan merugi (loss).

“Jadi mereka siapkan robot. Mereka menyampaikan, dengan robot tersebut, masyarakat akan terhindar dari kerugian atau hilangnya uang mereka yang sudah diletakkan di robot trading ini,” paparnya. (yob/foto: dtk.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *