up2date.id, SEPAKU- Perwakilan provinsi se Indonesia yang mengikuti prosesi penyatuan tanah dan air secara simbolis bersama Presiden Joko Widodo di Kawasan Titik Nol Kilometer Nusantara, Ibu Kota Negara di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Senin (14/3), menyampaikan kesan dan harapannya terhadap pembangunan IKN.
Gubernur Isran Noor, mewakili seluruh lapisan masyarakat di Kaltim, mendukung penuh pembangunan IKN di daerah tersebut. Karena keberadaan IKN akan berdampak luas dari segi pemerataan dan keadilan pembangunan di Tanah Air.
“Akan berdampak luas dari segi pemerataan dan keadilan pembangunan di seluruh nusantara ini. Karena kalau kita tarik garis silang begini, maka ibu kota ini berada pada titik silang itu. Jadi dampak semuanya apakah itu ekonomi, pembangunan dan segala kesejahteraan masyarakat akan mengikutinya secara otomatis,” ucap Isran.
Senada, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, berharap agar pembangunan ibu kota baru tersebut dapat menciptakan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
“Bagi Nusa Tenggara Timur, ini sesuatu yang baik. Karena kami lihat pemerataan ekonomi itu dapat dilakukan. Sehingga ibu kota baru yang akan ada ini, memberikan pertumbuhan baru bagi kawasan, baik di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur bahkan Papua,” kata Viktor.
Baca Juga: Jokowi Satukan Tanah dan Air dari 34 Provinsi di Nusantara
Selanjutnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, juga turut mendukung pembangunan IKN tersebut.
Menurut Dominggus, untuk menuju lokasi IKN memerlukan waktu yang jauh lebih singkat. Sehingga dapat mempermudah urusan penyelenggaraan pemerintahan.
“Ke depan, semua urusan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanan pembangunan pimpinan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kepala negara ataupun kepala pemerintahan, ataupun kita berhubungan dengan menteri terkait, tidak terlalu jauh lagi dan ini dari sisi cost juga sudah lebih murah lagi,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pembangunan IKN dapat menjadi salah satu kesempatan untuk menjadi kota terbaik di dunia.
“Untuk menjadi kota terbaik dunia itu, satu dari sisi sistemnya harus smart, green, zero carbon. Yang kedua dari sisi desain, biasanya yang terdesain kota-kota bikinan swasta, kalau kota bikinan negara belum pernah ada, jadi ini kesempatan,” jelasnya.
Selanjutnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, agar kehadiran IKN kelak dapat melindungi seluruh masyarakat serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Semoga di kota yang dibangun ini yang nantinya menjadi ibu kota, akan bisa menghadirkan pesan utama dan pertama atas pendirian republik ini, yaitu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya. (yob/foto: setpres)








