up2date.id, JAKARTA- Presiden Joko Widodo menepati janji berkemah di Nusantara, Ibu Kota Negara (IKN), Penajam Paser Utara, KalimantanTimur (Kaltim), 14 hingga 16 Maret mendatang.
Kepastian tanggal tersebut dikemukakan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, yang diundang Jokowi untuk ikut berkemah di titik nol Nusantara, bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, serta pimpinan lembaga tinggi negara lainnya.
Titik nol merupakan referensi koordinat pembangunan kompleks Istana Negara dan Pusat Pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Nusantara.
“Tidak salah jika Presiden Joko Widodo berencana kemah disana. Sekaligus bersinergi dengan para pimpinan lembaga tinggi negara untuk menyukseskan pembangunan IKN Nusantara,” ujar Bamsoet, sapaan familiarnya di sela acara Rapat Pimpinan TNI – Polri 2022 di Mabes TNI, Selasa (1/3).
Baca Juga: Tahap Pertama IKN, Revitalisasi dan Reboisasi Hutan
Menurut Bamsoet, disaat pemerintah berjuang membangun IKN Nusantara dari sisi pembangunan fisik, MPR RI akan memperkuatnya dengan berjuang dari sisi politik kebangsaan. Salah satunya dengan menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).
“Sehingga memastikan siapapun yang menggantikan Presiden Joko Widodo pasca 2024, akan tetap melanjutkan proses pembangunan IKN. Mengingat dari master plan Bappenas, pembangunan IKN membutuhkan 15 hingga 20 tahun,” jelasnya.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI ini, juga mendukung arahan presiden Rapim TNI-Polri 2022 yang menegaskan pembangunan IKN Nusantara sudah bulat dan tidak perlu dipertentangkan. Terlebih para personil TNI-Polri.
Gagasan membangun ibu kota baru negara di luar Pulau Jawa, sudah ada sejak era pemerintahan Presiden Soekarno, 1957. Waktu itu mengusulkan pindah ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kemudian oleh Presiden Soeharto dengan mewacanakan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, melalui Keppres No: 1/1997.
Baca Juga: Jokowi Ingin IKN Jadi Tata Sosial yang Toleran
Seperti diketahui, wilayah IKN Nusantara berada di sebelah utara Kota Balikpapan dan sebelah selatan Kota Samarinda. Luas wilayah darat mencapai 256.142 hektare dan luas wilayah perairan laut mencapai 68.189 hektare.
Secara administratif, IKN Nusantara terletak di dua kabupaten existing, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, tepatnya di Kecamatan Penajam dan Sepaku serta di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Muara Jawa dan Samboja.
Pengembangan wilayah IKN Nusantara terbagi atas tiga wilayah perencanaan. Yakni kawasan pengembangan IKN dengan luas wilayah mencapai 199.962 hektare. Kawasan IKN dengan luas wilayah mencapai 56.180 hektare. Serta Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang merupakan bagian dari Kota IKN dengan luas wilayah mencapai 6.671 hektare. (yob/foto: ist)








