up2date.id, JAKARTA- Sedikitnya hingga Senin (6/12) petang, tercatat 22 orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (14/12). Sementara ribuan orang mengungsi.
“Update pukul 17:30 WIB, jumlah korban meninggal 22 orang. Di Kecamatan Pronojiwo, 14 orang, kemudian di Candipuro 8 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Senin (6/12).
Di antara 14 orang yang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, lanjut Abdul, 5 di antaranya belum teridentifikasi. Sementara 9 korban lainnya yang teridentifikasi, sudah dimakamkan.
“Untuk Kecamatan Candipuro ada 8 orang meninggal dunia. Satu korban ditemukan di Kebon Deli Selatan jam 15:45 WIB, masih belum diidentifikasi,” jelasnya Abdul.
Baca Juga: Dampak Semeru, 15 Meninggal, 27 Dicari, 5.205 Mengungsi
Sekarang ini, sambung Abdul, masih ada 27 korban yang belum diketahui nasibnya. Tim di lapangan masih berfokus mencari dan menyelamatkan mereka.
“Sedang total masyarakat terdampak, baik itu di dua kecamatan yang terdampak langsung guguran awan panas, maupun di 8 kecamatan yang terdampak abu vulkanik, sejumlah 5.205 orang,” ujarnya.
Lebih jauh Abdul menyebut, 2.004 jiwa saat ini mengungsi yang tersebar di 19 titik pengungsian. Rinciannya, 305 jiwa di 9 titik Kecamatan Pronijiwo, 1.136 jiwa di 6 titik Kecamatan Candipuro dan 563 jiwa di 4 titik Kecamatan Pasirian.
“Untuk kebutuhan logistik dasar, makanan, selimut, matras dan lain-lain saat ini sudah terpenuhi, meski jika ada nanti penambahan kebutuhan, perwakilan kementerian dan lembaga sudah sangat siap memenuhinya,” imbuh Abdul. (yob/foto: ist)








