- Berita, Internasional, Olahraga

Akankah Myanmar Jadi Tim Asia Tenggara Pertama Korban Garuda

up2date.id– ANTALYA- Melakoni laga uji coba melawan Myanmar di Gloria Sport Arena, Antalya, Turki, Kamis (25/11) malam, sebelum berjuang di Piala AFF 2020 di Singapura bulan depan, Timnas Indonesia mengusung misi khusus. Pertandingan disiarkan langsung Indosiar pukul 21:30 WIB.

Setelah kalah tipis 1-0 dalam uji coba dengan Timnas ‘korban perang’ Afghanistan, laga kali ini jadi kesempatan Skuad Garuda untuk meraih kemenangan pertamanya atas tim Asia Tenggara. Sebab besutan alenator Shin Tae-yong belum pernah meraih hasil maksimal dari dua pertemuan sebelumnya melawan tim Asia Tenggara.

Sebelum berjumpa Myanmar, asuhan pelatih asal Korsel ini pernah melawan Thailand dan Vietnam dalam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Timnas Indonesia tidak meraih hasil maksimal dalam dua laga tersebut. Saat melawan Thailand, imbang 2-2. Setelah itu, Garuda meraih hasil amat buruk ketika berhadapan dengan Vietnam. Kalah telak 0-4.

Baca Juga: Tim Korban Perang Jinakan Garuda

Usai kekalahan itu, Garuda tidak pernah lagi melawan tim Asia Tenggara. Kesempatan mengukir kemenangan atas tim Asia Tenggara, datang dalam laga uji coba lawan Myanmar ini.

Ambisi meraih kemenangan ini, Shin Tae-yong pun mempersiapkan anak asuhnya dengan serius. Dalam latihan, juru taktik asal negeri ginseng ini telah melakukan peningkatan dalam permainan

Menjadi sorotan utama Shin Tae-yong, para pemain Timnas Indonesia kerap melakukan kesalahan sendiri. Selain itu, Shin Tae-yong juga meminta Timnas Indonesia lebih tajam di depan gawang lawan.

“Beberapa hal yang saya pelajari melalui pertandingan lawan Afghanistan, banyak sekali melakukan kesalahan sendiri. Jadi untuk pertandingan berikutnya, kita harus meningkatkan permainan,” jelas Shin Tae-yong, sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (24/11).

“Jadi, harus mengurangi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, apalagi di babak pertama juga. Sebenarnya ada kesempatan atau peluang untuk cetak gol, tetapi tidak bisa,” lanjutnya.

“Akhirnya, skor kita sama (0-0-) terus sampai menit-menit terakhir. Jadi saya selalu ingatkan terus kepada pemain, agar mereka kalau dapat peluang harus bisa cetak gol,” imbuh mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu. (yob/foto: pssi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *