up2date.id, JAKARTA- Proyek pembangunan Green Industrial Park atau Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara, 16 Desember mendatang diremikan Presiden Joko Widodo.
Kepastian diresmikannya oleh Kepala Negara, diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Economic Outlook 2022 secara virtual, Rabu (24/11).
Proyek Kawasan Industri Hijau ini, nantinya juga akan dihubungkan dengan beberapa proyek investor asing. Seperti salah satunya dengan investor dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
“Kita juga kerja sama dengan Abu Dhabi. Mereka misalnya membawa industri aluminium, jadi nanti integrated,” jelas Luhut Binsar.
Dengan UEA, lanjut Luhut, pemerintah juga mendorong kerja sama investasi. Berdasarkan hasil kunjungan ke UEA, November lalu, terdapat komitmen investasi sebesar US$ 44,6 miliar untuk berbagai bidang.
Baca Juga: Jokowi ke Gowa Resmikan Bendungan Karalloe
“Semua mereka minta kebanyakan melalui Indonesia Sovereign Wealth Fund, karena itu sangat kredibel sekali,” tutupnya.
Soal green economy di Kaltara ini, sebelumnya disampaikan presiden dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2021 yang digelar secara virtual, Kamis (18/11).
“Nanti di bulan depan kita akan memulai membangun Green Industrial Park di Kalimantan Utara yang energinya dari green energy, dari Sungai Kayan,” kata Jokowi.
Menurut Kepala Negara, Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bidang ekonomi hijau. Karena itu strategi tersebut harus mulai ditata dari sekarang, mengingat berbagai negara pada 2030 mulai beralih terhadap penggunaan barang yang berasal dari energi fosil.
Ekonomi hijau di Kaltara nantinya akan menggunakan sumber dari Sungai Kayan. Setidaknya dari satu sungai tersebut, dapat memproduksi energi listrik 11.000-13.000 megawatt. Selain Sungai Kayan, Sungai Mamberamo di Papua juga dapat menghasilkan hingga 24 ribu megawatt. (yob/foto: ist)








