up2date.id, JAKARTA- Verawaty Fadjrin, salah satu legenda bulutangkis Indonesia, saat ini kondisinya kritis di RS Dharmais akibat penyakit kanker paru-paru yang diderita.
Khabar ini diterima redaksi up2date,id, dari sang suami, Fadjrin Biduin Aham, ke grup WA Rawamangun 44, Sabtu (20/11) malam.
Berikut bunyi status WA Fadjrin: “Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya mohon keikhlasan doa dari bapak2 dan ibu2 untuk ibu Hj Verawaty W Fadjrin yg saat ini dalam kondisi kritis di RS Dharmais, semoga diberikan kemudahan dan segala yg terbaik dari Allah SWT, Aamiin Yra.
Verawaty Fadjrin pada Maret 2020, divonis menderita kanker paru-paru. Ia sempat menjalani perawatan kemoterapi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, sebanyak lima kali.
Berkat bantuan Kemenpora dan Kemenkes, Verawaty akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, hingga sekarang.
Pebulutangkis terkenal Indonesia era 1980-an ini, berhasil meraih banyak gelar juara, baik di nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran.
Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya, Imelda Wigoena, Ivanna Lie, Yanti Kusmiati, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartono. Bahkan mantan pemain kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 itu, pada 1980 sempat menyabet gelar juara dunia.
Pemilik nama lengkap Verawaty Wiharjo, belakangnya diganti setelah menikah dengan sang suami, Fajrin Biduin Aham. Pergantian nama itu bukan tanpa sebab. Verawaty mengganti namanya lantaran dirinya telah memeluk agama Islam, April 1979.
Semasa kariernya, Verawaty rutin mengumpulkan prestasi, baik dari nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Total ia telah menyumbang 11 medali emas untuk Indonesia.
Prestasi tertingginya ia ukir pada 1979, menjuarai All England bersama Imelda Wigoena. Setahun setelahnya, 1980, ia juga naik ke podium pertama nomor tunggal putri di Kejuaraan Dunia IBF. Berselang tiga tahun kemudian, Verawaty sempat vakum dari dunia bulutangkis hingga 1985. Kemudian dirinya aktif kembali dan langsung mengumpulkan pundi-pundi prestasi.
Sebelum melakoni penampilan terakhirnya di pentas internasional, yakni 1989, Verawaty juga sempat menjuarai Piala Sudirman. Kala itu, rombongan Susy Susanti, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Yanti Kusmiati, dan Eddy Kurniawan tampil perkasa di Jakarta.
Berikut prestasi yang ditoreh Verawaty, Tunggal Putri: Juara Kejuaraan Dunia 1980, Finalis All England Open 1980, Juara SEA Games 1981 dan Juara Indonesia Terbuka 1982.
Ganda Putri: Juara Belanda Terbuka 1977 (Verwaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Juara Denmark Terbuka 1977-1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Medali Emas Asian Games 1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Juara All England 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Juara Kanada Terbuka 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Finalis Kejuaraan Dunia 1980 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena). Medali Emas SEA Games 1981 (Verawaty Fajrin/ Ruth Damayanti). Juara Indonesia Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie). Juara Cina Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie). Juara Taiwan Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie). Finalis World Badminton Grand Prix Final 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie). Medali Emas SEA Games 1987 (Verawaty Fajrin/ Rosiana Tendean). Juara Indonesia Terbuka 1988 (Verawaty Fajrin/ Yanti Kusmiati). Medali Perunggu Asian Games 1990 (Verawaty Fajrin/ Lili Tampi).
Ganda Campuran: Juara Malaysia Terbuka 1986 (Bobby Ertanto/ Verawaty Fajrin). Juara World Cup 1986 (Eddy Hartono/Verawaty Fajrin). Juara Malaysia Terbuka 1988 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin). Juara Indonesia Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin). Juara World Grand Prix Final (Eddy Hartono/Verawaty Fajrin). Juara Belanda Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin). Juara Sea Games 1989 (Eddy Hartono/Verawaty Fajrin). Finalis Kejuaraan Dunia 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin). Finalis Asian Games 1990 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin). (yob/foto: dok)








