- Daerah

Desa Sungai Rangas Sosialisaai Memasak Cegah  Stunting

Up2date.id. BARABAI- Desa Sungai Rangas, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (26/6), sosialisasi dan demo memasak pencegahan stunting.

Kegitan ini dihadiri Danramil 1002-04 berserta ketua Persit Ranting 5 Labuan Amas Selatan.

Seperti diketahui, stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utamanya  adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi ,seperti makanan berprotein tinggi. Selain itu juga rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu, ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin

Dampak stunting pada anak akan terlihat pada jangka pendek dan jangka panjang. Pada jangka pendek berdampak terhadap pertumbuhan fisik, yaitu tinggi anak di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, juga berdampak pada perkembangan kognitif dikarenakan terganggunya perkembangan otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak.

Sedang untuk jangka panjang, stunting akan menyebabkan anak menjadi rentan terjangkit  penyakit seperti penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas di usia tua.

Selain itu, dampak jangka panjang bagi anak yang menderita stunting adalah berkaitan dengan kualitas SDM suatu negara. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Jika stunting tidak segera diatasi hal ini tentunya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM di masa yang akan datang.

Menurut Danramil 1002-04/Labuan Amas Selatan, Kapten Inf Moh Alip Suoros, sosiliasasi dengan demo memasak menu sehat untuk membuat inovasi baru menu-menu sederhana yang dapat dibuat para ibu-ibu yang anaknya terindikasi stunting.

“Masalah stuntinbg ini tidak hanya cukup dengan sosialisasi, akan tetapi harus ada inovasi baru, sehingga tepat untuk mengatasinya,” tegasnya.(ril/foto: pendim).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *