up2date, JAKARTA– Langkah pengetatan dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), ternyata tak hanya menangkal dari paparan virus corona. Tetapi juga ampuh dalam mengekang penularan penyakit berbahaya lainnya.
Penelitian ilmuwan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari Universitas Jinan, China, menyebutkan, prokes dan pembatasan mobilitas saat pandemi, juga ikut mencegah penyakit seperti demam berdarah, penyakit tangan-kaki-dan-mulut, dan influenza di wilayah Guangdong, China Selatan.
Mengutip South China Morning Post, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, para peneliti di Guangdong menemukan hampir 81 persen penurunan influenza pada 2020 dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelumnya untuk provinsi mereka yang berpenduduk 126 juta itu.
Selain itu, penyakit lain yang mengalami penurunan terbesar adalah demam berdarah, turun 98 peresen, penyakit tangan-kaki-dan-mulut, turun 84 persen, demam berdarah turun 80 persen dan pertusis turun 64 persen.
“Studi kami menunjukkan, beberapa (tindakan intervensi), seperti pembatasan perbatasan, karantina dan isolasi, manajemen komunitas, jarak sosial, penggunaan masker dan dorongan kebersihan pribadi, akan menjadi langkah yang sangat efektif untuk pencegahan dan pengendalian penyakit menular di negara-negara berkembang. masa depan,” tulis para peneliti.
“Itu terutama untuk infeksi pernapasan, seperti influenza, penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah dan penyakit usus, seperti penyakit tangan-kaki-dan-mulut,” tambah mereka.
Sementara epidemiolog Benjamin Cowling, seorang profesor Universitas Hong Kong, yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan, temuan ini menguatkan penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
“Ada banyak laporan tentang infeksi lain yang menghilang karena intervensi Covid di seluruh dunia. Tetapi ini cukup komprehensif menunjukkan dampak pada berbagai jenis infeksi,” katanya.
Meski begitu, ilmuwan, penulis dan penelitian tersebut memprediksi turunnya angka penyakit-penyakit menular itu juga mungkin diakibatkan wabah Covid-19 dengan orang-orang yang tidak mau mencari bantuan medis, karena kekhawatiran tentang virus dan institusi medis yang tidak beroperasi secara normal.
“Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi ini terhadap penyakit menular, dan menyarankan beberapa harus tetap menjadi prioritas untuk pengendalian penyakit menular pernapasan, serangga dan usus di masa depan,” tutup mereka. (yo/ilust: ist)







