up2date, BANJARMASIN- Keberhasilan pebulutangkis Indonesia kembali membawa pulang Piala Thomas, sekaligus menasbihkan diri sebagai tim beregu terbaik di dunia, diapresiasi Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalsel, Anton Gunadi.
Kebahagiaan petinggi organisasi olahraga tersebut di daerah, sangat wajar. Karena selain hampir dua dekade Indonesia puasa gelar, juga membawa kembali pulang piala bergengsi yang telah melalang buana ke empat negara, China, Denmark, Jepang dan Malaysia.
“Terima Kasih Ginting, Fajar/Rian dan Jonatan serta seluruh tim. Indonesia Raya telah kalian kumandangkan di Denmark,” ucap Anton yang diminta komentarnya, Senin (18/10).
Baca Juga: Ginting Bawa Indonesia 1-0 atas China
Seperti diketahui, di final kali ini Tim Indonesia berada di bawah tekanan, karena tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih jika juara terkait permasalahan dengan World Anti Doping Agency (WADA) akibat Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) tak bisa memenuhi test doping plan (TDP), baik 2020 maupun 2021.
Namun kenyataannya, menurut Anton, Ginting Cs tak patah semangat. Merah Putih bisa mereka kibarkan di dada, Bahkan dengan kemenangan sangat meyakinkan, 3-0 atas raksasa bulutangkis, China.
“Apresiasi yang tinggi untuk Tim Thomas Indonesia. Terima kasih Ginting Cs, meski Merah Putih tidak bisa dikibarkan di arena itu, kita masih bisa ‘mengibarkan-nya’ di dada. Merah Putih di dadaku, Indonesia Raya di nadiku,” pungkas pengusaha ‘penggila’ olahraga tepok bulu ayam itu.
Baca Juga: Fajar/Rian Bawa Indonesia 2-0 atas China
Seperti diketahui, Indonesia tampil sebagai juara Piala Thomas setelah Jonatan Christie memenangi partai ketiga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Ahad (17/10) malam.
Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, mengalahkan Li Shi Feng 21-14, 18-21 dan 21-14. Indonesia secara total menang 3-0. Kemenangan dua partai sebelumnya dipesembahkan Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14 dan 21-16.
Kemuian di partai kedua, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menekuk He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan dua set langsung, 21-12 dan 21-19.
Berkat kemenangan itu pula, Indonesia mengubur ambisi China untuk mempertahankan gelar juara yang direbut pada 2018. Sementara bagi Indonesia, kemenangan ini sekaligus menuntaskan rasa penasaran setelah 19 tahun tak mengangkat Piala Thomas.
Baca Juga: Jojo Pastikan Piala Thomas Kembali ke Indonesia
Indonesia terakhir kali berjaya pada 2002. Saat itu Taufik Hidayat Cs mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 di Guangzhou, China. Setelah itu, Indonesia tidak bisa menghentikan dominasi China yang meraih enam gelar dari delapan edisi terakhir.
Dengan kemenangan Jojo Cs, Indonesia menahbiskan diri sebagai negara dengan gelar Piala Thomas terbanyak, yakni 14 kali disusul China dengan 10, lalu Malaysia dengan 5, Denmark dan Jepang masing-masing satu kali.
Gelar Piala Thomas 2020ini, juga jadi pelipur lara setelah kegagalan Indonesia di Piala Sudirman karena tersingkir di babak perempatfinal. (yo/foto: dok)








