- Nasional

TGIPF Investigasi Semua Tahapan Tragedi Kanjuruhan

Up2date.id, JAKARTA- Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, investigasi semua tahapan hingga perandingan Liga 1 tersebut berujung dengan menewaskan lebih dari 130 orang.

Investigasi itu, di antaranya menemui sebagian besar pihak-pihak yang terlibat dalam pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Investigasi kita lakukan di setiap tahapan, mulai dari perencanaan pertandingan, persiapan, pelaksanaan, hingga terjadinya kerusuhan dan penanganan korban pascakerusuhan. Sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu,” ujar Doni Monardo, anggota TGIPF Kanjuruhan, Jumat (7/10) malam, dalam rapat koordinasi TGIPF di Malang.

Tim yang dibagi dalam sejumlah kelompok itu bekerja secara simultan dengan mendatangi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.

Satu tim mendatangi pihak panitia pelaksana, pengurus klub Arema dan berdialog dengan perwakilan suporter. Sementara tim lainnya mendatangi Polres, Sat Brimob, dan Kodim 0818 di Malang. Tim ini sebelumnya juga sudah mendatangi sejumlah pihak di Surabaya. Kemudian tim lainnya yang berada di Jakarta bertugas untuk mendapatkan keterangan yang bisa diakses dari Jakarta.

Berbagai alat bukti penting juga sudah didapatkan, termasuk CCTV di dalam stadion yang bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa kerusuhan. Video-video yang menggambarkan sejumlah kejadian di berbagai titik juga telah dikumpulkan TGIPF.

“Berbagai alat bukti penting yang kita dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kita. Sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kita ungkap secara menyeluruh dan independen,” kata Sekretaris TGIPF, Nur Rochmad.

TGIPF juga tengah mengumpulkan dan mendalami  keterangan, baik dari pihak pengamanan, panitia pelaksana, maupun dari pihak korban tentang penggunaan gas air mata.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar TGIPF tragedi Kanjuruhan bisa mengungkapkan secara tuntas tragedi tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

“Saya baru saja melapor kepada presiden terkait kerusuhan di Kanjuruhan itu. Pertama, tim pencari fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan.” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, selepas melapor kepada presiden, Selasa (4/10), di Istana Merdeka, Jakarta.

Masalah besar sebenarnya, lanjut Mahfud MD, sudah diketahui, tinggal masalah-masalah detailnya itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan/

Sebagai dasar TGIPF bekerja, Presiden Jokowi telah menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) No: 19/ 2022 tentang Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Peristiwa Stadion Kanjuruhan Malang.

Keppres ini menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian yang juga menjadi perhatian persepakbolaan dunia. (yob/foto: setpres)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *