- Olahraga

Presiden Real Madrid Ajak Heningkan Cipta atas Tragedi Kanjuruhan

Up2date.id, JAKARTA- Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengajak para petinggi salah satu klub bola di benua biru tersebut mengheningkan cipta atas tragedi Kanjuruhan.

Hal itu dilakukan Florentino Perez pada Sidang Umum Anggota Real Madrid 2022 yang dilakukan di Kota Madrid hari ini. Mulanya ketika memulai pidato, Florentino Perez mengenang Paco Gento dan para Madridista yang meninggal musim lalu.

“Di awal tahun, kami mengucapkan selamat tinggal kepada presiden kehormatan kami tercinta. Kami semua merasakan duka yang mendalam atas kehilangan salah satu legenda terbesar Real Madrid dan sepakbola dunia. Dia adalah bagian dari generasi pemain legendaris yang mengubah sejarah Real Madrid dan sepakbola,” ujarnya seperti dilansir dari situs Real Madrid.

Selanjutnya, Florentino Perez langsung menyinggung soal Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang, setelah laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam. Perez juga memberitahu, kalau korban jiwanya yang meninggal dunia mencapai 100 lebih.

“Saya juga ingin mengenang hari ini untuk para korban tragedi yang terjadi beberapa jam terakhir di sebuah stadion sepakbola di Indonesia, di mana lebih dari 100 orang telah kehilangan nyawanya. Belasungkawa kami untuk semua orang yang Anda cintai. Saya meminta Anda untuk diam sejenak,” ujarnya.

Tragedi Kanjuruhan setidaknya menelan korban jiwa sebanyak 174 orang suporter, termasuk dua anggota Polri yang bertugas melakukan pengananan jalannya pertandingan.

Kronologi sementara yang dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan, setelah laga yang dimenangi Persebaya 3-2, para suporter Arema FC masuk ke lapangan dan menyerang offisial dan tim kesayangannya. Sementara para pemain Persebaya langsung diamankan.

Kericuhan pecah antara suporter dan pihak kepolisian. Pihak kepolisian sempat membendung, namun kericuhan terus melebar sampai-sampai gas air mata ditembakkan ke arah tribun.

Para suporter yang masih di tribun berusaha keluar stadion di tengah kepungan gas air mata. Situasi berdesak-desakkan sehingga banyak dari mereka yang sesak nafas, terjepit, sampai akhirnya meninggal dunia (yob/foto: dok)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *