- Daerah

Pelajar Muhammadiyah HST Dibekali Wasbang

up2date.id, BARABAI- Selenggarakan milad ke-61, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Hlu Sungai Tengah (IPM-HST) dibelkali dengan wawasan kebangsaan (wasbang) oleh Danramil 1002-06/Barabai, Kapten Inf Rudi Hartono. Pembekalan berlangsung di Gedung  Balai Rakyat, Jl  Ghanesa Barabai. Minggu (4/9.

“Kegiatan milad ke-61 ini diikuti 124 siswa, baik tingkat SMP,  SMA dan OKP setingkat pelajar  dan Mahasiswa 10 orang serta undangan 20 orang,” jelas ketua Panitia Pelaksan, M Hernanda Putra

Sementara Kapten Inf Rudi Hartono dalam pembekalananya menjelaskan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yang dilingkupi rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan dalam upaya mewujudkan cita-cita nasional.

Sedang substansi dari wawasan kebangsaan, menurut Kaptenn Inf Rudi,  kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa akibat kesamaan sejarah dan kepentingan masa depan dan perekat yang mempersatukan sekaligus memberi dasar kepada jati diri bangsa.

Berangkat dari definisi itu pula, Rudi Hartono  menyampaikan, wawasan kebangsaan di era reformasi mengalami kemunduran dan kehilangan greget.

“Ini ditandai dengan timbulnya paham atau golongan mengkristal yang miskin nasionalisme, kehilangan daya rekat, terjadi konflik horizontal bernuansa SARA dan konflik vertikal di beberapa daerah,” jelasnya.

Mengalir dari berbagai persoalan itulah, Kapten Rudi berharap semua harus membangun kembali semangat kebangsaan, rela berkorban, kesadaran, persatuan dan kesatuan serta rasa cinta tanah air.

“Sehingga tumbuh kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam mengantisipasi setiap bentuk ancaman,” tegasnya.

Sebagai contoh, sambung Kapten Rudi mengingatkan, apabila mengetahui adanya upaya pihak yang mengganggu keselamatan dan ketertiban masyarakat, maka diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang sebagai upaya antisipasi dan sikap peduli.

Tujuan akhir dari pembekalan wasbang, semoga dalam milad ke-61 ini siswa yang tergabung dalam ikatan pelajar Muhammadiyah mempunyai pemahaman wawasan kebangsaan yang meningkat.

“Sehingga menjadi pelajar yang berpancasila, sehat jasmani rohani, memiliki nasionalisme serta cinta tanah air yang tinggi, memahami dan menerapkan pancasila serta UUD 1945 dalam kehidupan,” pungkasnya. (ril/foto: pendim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *