up2date.id, BARABAI- Piduduk atau beras bagantang, diberikan masyarakat Adat Meratus ke Dandim 10012/Hulu Sungai Tengah (HST), Letkol Kav Gagang Prawardhana.
Tanda secara resmi diterima sebagai saudara atau bagian dari masyarakat Adat Dayak itu, diberikan Kepala Adat Dayak Labuhan, Suan, di penghujung silaturahmi penangungjawab teritorial Kabuaten HST tersebut dengan tokoh lintas agama masyarakat di Desa Labuhan, Batang Alai Selatan (BAS), Kamis (7/7) malam
Dalam silaturahmi itu, dandim disambut langsung Suan, Ketua Majelis Resort GKE, Pendeta Rusman Nusa Bakti, dan Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) HST
Suan memberikan apresiasi atas kunjungan dandim karena saat ini masyarakat Labuhan sedang melaksanakan Aruh Adat Baduduk yang digelar selama 2 bulan, Juni hingga Agustus mendatang secara bergantian dari rumah ke rumah warga dengan jeda 2 sampai 3 hari.
“Aruh adat disini berbeda dengan aruh adat di tempat lain. Di Labuhan tidak memperbolehkan ada kegiatan judi, sabung ayam dan miras. Jika ada yang melanggar, maka akan kami denda adat,” jelasnya.
Talk jauh beda dengan Suan, Ketua Majelis Resort GKE HST, Pendeta Rusman atas nama jemaat dan majelis berterima kasih dengan kedatangan ini.
“Dengan silaturahmi ini, semoga di kampung kita toleransi antar umat beragama terjalin baik. Karena disini ada bermacam-macam agama, seperti Islam, Kristen, Pantekosta dan Hindu yang hidup rukun berdampingan,” katanya.
“Semoga kehadiran ini dapat memberikan semangat persatuan dan kesatuan di desa kami yang terdiri dari berbagai macam agama, tetapi selalu rukun dalam kehidupan sehari-hari,” timpal Ketua PHDI HST, Irpani.
Sedang dandim, juga memberikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. Karena kedatangan untuk menjalin hubungan yang baik antara TNI dan warga Dayak Meratus, seperti juga dilakukan di daerah-daerah lain.
Dandim juga sangat setuju dengan pelaksanaan Aruh Adat murni tidak memperbolehkan ada kegiatan judi, sabung ayam dan miras selama pelaksanaan. (ril/foto: pendim)








