- Berita, Nasional

Komdigi Bantah Batasi Konten Karhutla di Instagram

JAKARTA, Up2date.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Angga Raka Prabowo, membantah terkait isu konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Instagram yang dibatasi.

“Satu, kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apapun,” ujar Angga usai kegiatan Run for Good Journalism di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Dia menjelaskan setiap platform digital memiliki pedoman komunitas (community guideline) yang menjadi acuan dalam menilai konten yang diunggah pengguna.

“Di setiap platform itu ada community guideline. Artinya apa? Mereka dengan sistem yang mereka, juga melihat apakah itu konten itu melanggar community guideline mereka atau tidak,” kata Angga Raka.

Dia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Dia menepis anggapan mengenai adanya pembatasan konten kritik kepada pemerintah dalam menanggulangi musibah karhutla.

“Yang jelas kita nggak ada, kita, kita semua terbuka terhadap kritik, kita pun terbuka terhadap ataupun masukan yang ada,” tegasnya.

“Sampai saat ini nggak ada. Nah, kita buktikan itu bahwa sekarang beredar, ada opini yang beredar bahwa ada pembatasan, ya tidak ada pembatasan, tapi harus juga jernih,” tambahnya.

Selain itu, ia mengingatkan kepada masayarakat untuk teliti dalam menilai informasi yang beredar di media sosial, agar terhindar dari berita bohong dan misinformasi.

“Terutama kita juga kan punya aturan. Kalau misalnya disinformasi, misinformasi, jadi tolong lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu. Tugas kita adalah memverifikasi lagi bagaimana apakah berita itu benar atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi penyampaian informasi dan pemberitaan yang dilakukan secara cepat oleh masyarakat melalui media sosial, terutama terkait situasi penanganan karhutla saat ini.

“Terima kasih kalau berita itu benar, artinya itu membantu juga kepada pemerintah untuk bisa aksi lebih cepat terhadap penanggulangan bencana dan segala macam-macamnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengguna media sosial Instagram mengeluh adanya pembatasan unggahan konten terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Salah satu influencer yang terdampak yaitu Tasya Farasy.

Dia menjelaskan, biasanya Insta Story miliknya ditonton lebih dari sejuta kali. Namun, setelah membahas karhutla, jumlah views Story Instagram pribadinya turun signifikan sekitar 85.000 views.

Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah akun Instagram benar-benar terkena shadowban karena isu tertentu.

Diketahui, istilah shadowban biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun. Ok/Foto: Ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *