- Daerah

Sasar Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, SMPN 5 Larang Penggunaan Plastik

Up2date.id, BATULICIN – Kabar gembira bagi dunia pendidikan khususnya Kabupaten Tanah Bumbu. Tahun ini SMP Negeri 5 Simpang Empat sedang mengupayakan meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional tahun 2026.

Kepala SMPN 5 Simpang Empat, Muhammad Hairil mengatakan berbagai kegiatan telah dilakukan oleh semua warga sekolah untuk menerapkan budaya dan melestarikan perilaku ramah lingkungan di sekolah. Salah satunya adalah melarang penggunaan plastik khususnya penjualan air minum di kantin sekolah.

“Iya, benar. Sekolah telah mengeluarkan edaran terkait larangan penggunaan plastik untuk membungkus minuman di kantin. Tiap siswa kami wajibkan untuk membawa tumbler dari rumah,” ungkap Hairil.

Dalam mewujudkan komitmen ini, sejak 2025 sekolah melaksanakan program Jumat bersih. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa bahu-membahu melaksanakan berish-bersih lingkungan sekolah.

Warga sekolah memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dijadikan pupuk alami pada tanaman di lingkungan sekolah, sedang anorganik diangkut ke TPA setempat, sebagian dibersihkan untuk didaur ulang oleh para siswa menjadi hiasan kelas.

Muhammad Hairil menjelaskan mereka bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Komite Sekolah, Wali Murid, Puskesmas, dan pihak kelurahan Desa Barokah.

“Komitmen kami adalah SMPN 5 Simpang Empat ini menjadi sekolah bersih, hijau, dan indah sehingga para siswa lebih nyaman untuk belajar. Dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup oleh seluruh warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup,” ujar Muhammad Hairil, Jumat (29/5), setelah menanam pohon bersama para siswa pada giat Jumat Bersih.

Lebih lanjut, Muhammad Hairil mengatakan upaya yang telah dilakukan untuk menuju Sekolah Adiwiyata antara lain menerapkan gerakan kelestarian lingkungan hidup sekolah di SMPN 5 Simpang Empat.

Kegiatan ini meliputi pembiasaan kebersihan diri, penerapan tempat sampah dengan pola 3R (Reuse, Reduce, Recycle), kesadaran akan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan hijau selama kegiatan belajar. Selain itu juga secara intensif kampanye tentang kesadaran menggunakan energi listrik secara efektif, pengurangan sampah plastik, serta menjadikan tenaga pendidik sebagai teladan bagi murid-murid.

“Beberapa contoh kegiatan yang kami laksanakan yakni menjaga kebersihan, sanitasi, dan drainase, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan 3R, menanam dan memelihara pohon/tanaman, serta mengampanyekan setiap tindakan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan,” ucap Hairil.

Muhammad Hairil menambahkan pihaknya sangat mendukung program Sekolah Adiwiyata ini. Melalui program ini, terjadi peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang budaya hidup yang lebih sehat kepada warga sekolah.  (zk/foto: ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *