Up2date.id, SALAMAN-,Asesmen Nasional (AN) yang juga dikenal dengan nama Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), ternaya penuh dinamika.
Hal inilah yang dilakukan UPTD SDN 2 Salaman, Rabu (25/9), dengan peserta didik kelas 5 yang tersampel dilaksanakan selama 2 hari pada 23 s.d 24 September 2024. ANBK secara mandiri dan dengan mode daring mulai-sampai:08.00-12.00 Khusus pendidik dan kepala satuan pendidikan hanya mengerjakan Sulingjar. Dengan Tim simulasi sebagai Proktor adalah Suhadi, SPd, dibantu Teknisi : Nurul Hikmah serta 2 guru, Arbayah, SPd. dan Muhammad Effendi, SPd. Pada pelaksanaan masih terkendalanya akses internet yang masih belum memadai.
“Semoga adanya pengadaan tower/penguat sinyal di KM 14, membantu sekolah dalam mengakses internet untuk kebutuhan sekolahm dan khususnya ANBK, karena ANBK ini sudah memasuki tahun ke 4, dan setiap kita melaksankan ANBK selalu mengalami masalah yang sama, sudah menyampaikan ke dinas terkait dan sarannya adanya penambahan wifi serta terkadang wifi pun masih ada gangguan jaringan lemah, ” ungkap Suhadi yang juga salah satu Guru penggerak angkatan 11 tahun ini di Kabupaten Tanah Laut.
Hal serupa pun dialami Lilis Suryani, SPd.,Gr adalah Pengajar Praktik dari SMA Negeri 2 Jorong yang ditugaskan pertama kali berkunjung di UPTD SDN 2 Salaman ini mengatakan, “Surprise dan shock dengan minimnya akses internet dan akses masuk. Biasanya provider merah selalu kuat tetapi ketika sudah masuk ruangan sekolah hilang jaringan seketika jadi bantuan wifi sekolah pun digunakan. Selain jaringan ternyata akses jalan menuju sekolah pun penuh tantangan harus melalui jalan milik perusahaan dan musim hujan sehari saja akses sulit ditempuh karena banjir mengelilingi akses jalan. Jadi ada masa dimana saya mengubah jadwal pendampingan dikarenakan Banjir. Kalau mau ngotot pakai sepeda motor bisa jadi motor malah hanyut. Sungguh luar biasa perjuangan para tenaga pendidik dan peserta didik di daerah ini.”
Mengenai jalan ke salaman memang menurut Suhadi, S.Pd mengharapkan adanya perbaikan jalan yang menyeluruh supaya jalan bisa dilewati pada waktu musim kemarau dan musim hujan, karena jalan menuju Desa Salaman semakin tahun semakin rusak dan waktu musim hujan hampir tidak bisa dilewati.
“Sebenarnya jarak Desa Salaman/UPTD SDN 2 Salaman sampai Pasar Simpang Sungai Baru sekitar 14 KM. Pada musim kemarau/jalan dalam kondisi baik memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tetapi kalau sudah memasuki musim hujan, memerlukan waktu yang cukup lama bisa 1 jam bahkan lebih.mode daring dapat berjalan dengan lancar walaupun sebelumnya ada masalah dengan jaringan WiFi sehingga pihak teknisi mengalihkan jaringan hotspot atau menggunakan kuota Telkomsel dengan berpindah lokasi mengerjakan (di teras ruangan guru tukas,” Suhadi kembali.
Meski kendala yang dihadapi masih belum dapat memaksimalkan kegiatan berbasis daring, Simulasi yang dilaksanakan semua peserta dapat menyelesaikan dengan baik.
Kepala sekolah, Burhan,S.Pd. sebagai penanggung jawab kegiatan, simulasi ini pun mempunyai harapan untuk kegiatan ini terus dikembangkan dan difasilitasi oleh pihak yang dapat memberikan ke kondusif kegiatan.
“Untuk ke depannya semoga ada pihak yang mau membantu penyediaan jaringan internet di UPTD SDN 2 Salaman,” harap Burhan, SPd.( zak/foto: ist)








