up2date.id, CALIFORNIA- Facebook resmi ganti nama menjadi Meta, Kamis (28/10) lalu. Meta Platform Inc dipilih mewakili harapan masa depan usai melewati sederet masalah di jagat media sosial. Rebranding tersebut diharapkan bisa memperkuat posisi raksasa media sosial tersebut di dunia baru Metaverse, yang dipandang sang CEO, Mark Zuckerberg, sebagai masa depan internet.
“Jadi kami melihat sisi bisnis kami sebagai dua segmen yang berbeda. Satu untuk aplikasi sosial dan satu lagi untuk platform masa depan. Idenya adalah Metaverse yang kami lakukan bukanlah tentang salah satu dari segmen tersebut. Metaverse akan menjadi platform masa depan dan pengalaman sosial,” ucap Zuckerberg sebagaimana dilansir The Verge.
Menurur pria kelahiran 14 Mei 1984 ini, demi membangun Metaverse, ekspansi yang mendalam yang namanya diambil dari salah satu halaman di novel fiksi ilmiah, Snow Crash dan Ready Player One., telah menggelontorkan miliaran dolar atau setidaknya $10 miliar (sekitar Rp 141 triliun) pada tahun in.
Baca Juga: Fokus Bangun Metaverse, Facebook Ganti Nama
“Saya pikir pada dasarnya kami untuk pertama kali bergerak dari Facebook sebagai sebuah perusahaan menjadi Metaverse,” ujarnya.
Meski tidak menjelaskan secara detail, tapi sistem terpadu akan segera diperkenalkan untuk menjangkau seluruh perusahaan aplikasi sosial media.
Sebenarnya, Zuckerberg sudah berpikir melakukan rebranding perusahaan sejak ia membeli Instagram dan WhatsApp pada 2012 dan 2014. Akan tetapi ia baru yakin melakukan perubahan pada awal tahun ini, dan mengumumkannya di Konferensi Tahunan Connect.
Perubahan identitas baru Facebook ini juga dianggap selaras visi masa depan yang sedang diupayakannya saat ini. Ada semacam tujuan identitas merek dengan level lebih tinggi dan kemudian ada tujuan lebih teknis dan fungsional.
“Facebook adalah merek media sosial yang ikonik. Semakin kami melakukan lebih dari itu, orang-orang menganggap kami sebagai perusahaan media sosial. Tetapi cara kami berpikir adalah bahwa kami merupakan perusahaan teknologi yang membangun teknologi untuk membantu orang terhubung satu sama lain,” kata Zuckerberg.
“Kami pikir itu membuat kami berbeda dari perusahaan lain, karena semua orang mencoba untuk bekerja pada bagaimana orang berinteraksi dengan teknologi, di mana kami membangun teknologi sehingga orang dapat berinteraksi satu sama lain,” lanjutnya. (yob/foto: ist)







