Up2date.id, SAMPIT, – Poros jalan kabupaten, H Umar Hasyim, di Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan ( MHS), Samuda, Kotawaringin Timur ( Kotim), bersolek diri dengan kilau cahaya di Sepuluh terakhir Ramadhan 1445 Hijriah, Jumat(5/4) malam.
Gemerlap lampuseri yang menghias kiri-kanan jalan memayungi sebuah jembatan kayu ulin sekitarnya , sungguh mempesona. Betapa tidak, pemandangan sepulah malam akhir Ramadhan itu, memancarkan taburan cahaya yang berwarna-warni, hingga banyak dimanfaatkan warga sebagai tujuan ber-selfie ria.
“Banyak orang yang melihat lampu ini sembari berfoto-foto, lebih-lebih anak-anak gen z. Mereka senang bersefie ria dan memvideokan hingga viral ke media sosial, seperti facebooks, istagram maupun tik tok, ” ujar Andi, warga jalan Parto Muksin.
Ruslianyah, salah satu donatur yang turut memasang lampuseri itu, merespon keinginan masyarakat dengan memberikan kenyamanan berupa penerangan jalan untuk jemaah menuju masjid atau mushala sekitarnya.
Tentunya untuk pejalan kaki maupun bagi kendaraan seakan merasakan masuk dalam sebuah terowongan,” Kita merepons masyarakat yang melaksanakan sholat Magrib, Isya serta tarawih, hingga Subuh berjemaah. Semoga ibadahnya tambah semangat, tenang dan khusuk,” harap Ruslianyah yang familiar disapa Tiyi.
Menurut Tiyi, lampuseri yang dipasang sepanjang jalan yang terbilang ratusan meter itu sangat menghibur masyarakat, terlebih mereka yang berjalan kaki menuju masjid, khususnya Al Ikhlas maupun mushala yang di ada sekitarnya.
Tak sedikit jemaah-jemaah maupun warga yang dari jauh sengaja datang hingga mempostingnya ke medsos.” Khusus diatas jembatan ini sengaja kita buat seperti layaknya terowongan seukuran jembatan dengan panjang 25 meter dan lebarnya empat meter, penuh pesona kilauan cahaya di dalamnya,” katanya.
Dia menuturkan, demi kesenangan masyarakat akan hal penerangan itu, dirinya tak segan-segan rela menrogoh dalam kocek pribadi demi keindahan poros jalan H Umar Hasyim yang merupakan seorang pahlawan di wilayah tersebut.
Lebih dalam ia bercerita, kita sebagai anak, cucu serta cicitnya tentu mengenang jasa sang pahlawan atas kegigihan mempertahankan sejenjak tanah kelahiran dari pra agresor Belanda kala itu, oleh pemerintah daerah diabadikan sebagai nama jalan.
“Beliau kakek kami disemayamkan tak begitu jauh dari jembatan itu. Seorang sosok pejuang dan pahlawan kemerdekaan. Setiap memperingati 17-an para abdi negara di pemerintahan kecamatan ini berziarah ke makam itu. Karena itu, penerangan lampuseri ini mudah-mudahan bermanfaat bagi yang melewatinya, serta menambah amal kebaikan bagi sang pahlawan ” ucap Tiyi. ( um/foto : ist)








