- Regional

Personel Polda Kalsel Diberi Pemahaman akan Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

up2date.id, BANJARMASIN- Personel Polda Kalsel diberi pemahaman akan bahaya radikalisme dan intoleransi, mengingat paham-paham tersebut tidak hanya muncul di kalangan masyarakat, tetapi juga bisa muncul di institusi.

“Oleh karena itu, pembinaan rohani ini sangat penting untuk para anggota Polri maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri agar tidak mudah terkena paham radikal,” kata Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono.

Kapolda mengingatkan itu sebelum secara resmi membuka acara pembinaan rohani personel dalam penanggulangan dan pencegahan pemahaman intoleransi dan padikalisme di lingkup Polda Kalsel, Jumat (10/6).

Di acara yang berlangsung di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel itu, wakapolda juga mengingatkan, dalam pelaksanaan tugas agar dapat memahami betul arti Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.

Begitupun untuk PNS Polri, juga harus memahami arti pedoman Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman kerja.

“Dengan kita memahami dan mengamalkan apa itu Tribrata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri, maka itu merupakan salah satu langkah antisipasi guna mencegah masuknya paham radikalisme dan intoleransi di institusi kita,” jelasnya.

Karena itu melalui  kegiatan ini, sambung wakapolda,  para personel termasuk di polres mampu untuk memahami. Sehingga ke depan, dapat menjadi bekal agar tidak terpapar radikalisme dan lainnya.

“Begitu juga dalam melaksanakan tugas sebagai Abdi Negara, dapat tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI,” tegasnya.

Siraman rohani dengan materi bahayanya paham radikalisme dan intoleransi ini, menghadirkan narasumber Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr H Mujiburrahman, MA, Ketua FKUB Provinsi Kalsel, Drs  Ilham Masykuri Hamdie, M Ag dan Kasatgas Densus 88 Anti Teror Wilayah Kalsel, Kombes Pol Surya Putra Mustika. (yob/foto: bidhumas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.